PENDHAPA



Salam,

Bila anda sudah sampai di sini, berarti Anda sudah melihat LATAR kami, yang penjelasannya dapat ditemukan di tautan ini. Metafora Pendhapa diambil karena ada kesamaan antara fungsi Pendhapa, yakni struktur terbuka yang dikenal oleh hampir seluruh bangsa Nusantara dengan laman ini yang memang dimaksud untuk memberi gambaran awal tentang HANA.

Pendhapa adalah Bale bagi Orang Jawa, tempat dimana penghuni rumah dan para tamu pertama kali bertemu, bercakap, dan berinteraksi. HANA adalah simpul yang menghubungkan siapa saja yang punya minat pada Kebudayaan Jawa dalam perspektif yang diajarkan oleh Sang Guru dari Nazareth.

Di sini dibagi refleksi-refleksi pendek, tentang perkara sehari-hari yang dibuat dan dibaca secara cepat dan praktis dengan gawai sekalipun. Tidak ada kotbah, tidak ada uraian ilmiah yang panjang dan memerlukan waktu khusus membacanya.

Menangkap dan merefleksikan hal-hal sehari-hari ini kami percaya bisa dilakukan oleh semua orang. Karena itu kami pun mengundang anda untuk ambil bagian di dalamnya. Silakan kirimkan refleksi anda ke email hanaksara@gmail.com dan sertakan keterangan diri anda secukupnya.

Rapat Perdana di Potorono
Gagasan untuk ini dimulai menjelang Paskah Tuhan 2016 dengan berapat di Potorono, dan kemudian situs HANA dihidupkan pada subuh Paskah 2016 dan diresmikan di hari Pentakosta limapuluh hari kemudian, di Padhepokan Mardhika, Purwadadi, Grobogan, Jawa Tengah. Anda bisa mengikuti channel kami di Youtube untuk mengikuti rekaman peristiwa itu.

Untuk runtutnya, Anda dianjurkan untuk terlebih dahulu mengikuti paparan Pdt. Yahya Tirta Prewita mengenai pentingnya gerakan literasi di antara warga jemaat Gereja-gereja Kristen Jawa. Tulisannya mengenai ini dapat anda baca di sini, berikut video clip mengenai HANA di bawah ini.