PANGGILAN UNTUK NAIK KE MENARA DAN MENULIS

habakuk


Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku.Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: "Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya”. 

Habakuk 2:1-2

Beragam media tulis sudah dipakai sepanjang sejarah.
Alkitab mencatat bagaimana Firman Tuhan ditulis dalam loh batu, di perkamen (lembaran dari kulit binatang), juga papirus (kertas dari rumput).
Peradaban manusia berkembang membuat kertas modern bersama mesin cetak penemuan Gutenberg mengubah wajah perpustakaan dengan penerbitan buku secara massal, kemudian penerbitan koran, majalah, jurnal, dan segala macam barang cetak.
Akhirnya abad informasi dengan tehnologi elektronik datang, dimulai dengan telegraf, kemudian radio, TV, dan akhirnya komputer dan internet di akhir abad lalu.
Pelayanan literatur tidak terbatas lagi hanya di media tulis. Melek huruf bukan hanya berarti bisa membaca, tetapi kemampuan untuk bisa terus belajar melalui semua media yang tersedia, termasuk mendapatkan hak untuk dapat mengakses, dan ikut serta menuliskan aspirasi dan mengkritisi arus informasi yang mengalir deras di zaman ini.