SOLIDARITAS KOMUNITAS MOTOR


Minggu lalu malam-malam ke rumah kawan Harry Pokak di Slogohimo, di sana sudah ada Ari Kandangan dan kawan-kawan thunder Wonogiri wilayah timur. Ternyata, semangat memelihara motor bisa menyatukan kawan-kawan dari latar belakang yang beraneka ragam, termasuk umur yang terpaut jauh.

Aku dapat oleh-oleh, plat stainless yang kupasang di ujung slebor belakang. Sebenarnya ujung slebor belakangku sudah kuberi tambahan karet agar bila dipakai di jalan basah kotoran tidak nyiprat ke bagian belakang. Tapi keterangan Mas Harry bahwa itu ia buat khusus untuk kawan-kawan thunder Wonogiri membuatku memasangnya. Cakep juga, bisa buat bercermin, tentang solidaritas.

Seumur-umur aku tak pernah ikut klub atau komunitas motor manapun, hampir selalu solo riding, kemanapun, paling banter iya boncengan. Tapi seminggu ini sudah kutempel stiker STOG, Jhonspeed, dan kupasang plat pemberian Mas Harry di motorku. Tapi kayaknya aku enggan membuat motorku jadi penuh tempelan stiker klub atau komunitas motor.

Aku selalu beri salam motor thunder yang kutemu di jalan. Lebih sering tidak dijawab, iya tak apa salamku akan kembali padaku lagi. Rasa persaudaraan sesama pengendara motor bahkan lebih kurasakan saat ban gembos, nuntun motor di jalan, atau keluarkan perkakas dari bawah sadel dan otak-atik motor di tepi jalan. A friend in need is a friend indeed. Begitu spontan dan tulus kurasakan bantuan yang ditawarkan saat ada kesulitan, padahal sama sekali belum kenal.

Karena itu sedapat mungkin aku juga membantu kawan rider yang motornya trouble di jalan. Paling tidak, perkakas toolkit motorku lengkap. Suatu kali nanti, amit-amit kalau boleh iya jangan terjadi, aku tahu aku juga akan membutuhkan bantuan orang lain.


-Pemulung Cerita-

Komentar