JUMAT BERKAH

 Jumat, 26 April 2018
 
Sudah beberapa minggu ini koster gerejaku selalu membuat nasi bungkus tiap hari Jumat. Bisa 10 bungkus, bisa lebih, sesuai keadaan. Lalu dibawa ke seberang terminal bus, depan toko ada rak yang bertuliskan: JUMAT BERKAH.

Ternyata bukan hanya koster gerejaku saja yang mengirim sedekah nasi bungkus ke rak itu. Ada juga beberapa orang yang lain, setia dan berkomitmen menyiapkan nasi bungkus, entah hanya dua tiga bungkus, atau lebih.

Lama-lama masyarakat tahu, setiap hari Jumat ada nasi bungkus gratis yang disiapkan para dermawan di rak Jumat Berkah senerang terminal. Sama sekali tidak ada kotak amal untuk membayar sukarela, tak ada yang jaga juga. Dan biasanya siang hari sudah habis.

Yang masih jadi pertanyaanku, kenapa koster gerejaku setiap hari Jumat pagi pasti mengirimkan dua bungkus nasi ke pastori? Mungkin aku termasuk golingan yang perlu dikirimi secara khusus. Aku jadi tahu bahwa menunya selalu berganti, tetapi yang pasti porai nasi selalu lebih besar dari jatah yang biasa kumakan.

Gerakan Jumat Berkah adalah gerakan relawan masyarakat yang spontan, ternyata jalan baik, dan disambut dengan sukacita, jadi perayaan bersama.

Memang benar, lebih berbahagia memberi daripada menerima. Kutulis cerita ini dan kubagi karena beberapa minggu ini aku sudah menerima berkah tiap hari Jumat pagi.


-Pemulung Cerita-

Komentar