Aksi Kicah-kicih Bikin Bersih Tim Relawan Klasis Purworejo di Wilayah Terdampak Banjir nJenar


Sigap, tanggap, dan cekatan. Tiga kata itu cukup representatif untuk memotret sosok tim relawan tanggap bencana Gereja-Gereja Kristen Jawa Klasis Purworejo. Begitu informasi tentang meluapnya Sungai Bogowonto menyebar di media sosial, berbagai kemungkinan langsung diantisipasi oleh tim relawan di bawah koordinasi Bidang Kesaksian dan Pelayanan Klasis. 

Pdt. Petrus Mardiyanto sebagai ketua bidang, bersama Cah Motor pada Minggu malam itu juga (17/3), langsung mengadakan patroli hingga terjebak banjir di daerah Wingko Tinumpuk - Jenar. Pendeta yang mengandalkan pipa warna hitam tiap kali hendak menikmati rokok ini tak bisa berbuat banyak menghadapi dinginnya hujan hingga dini hari. Esok harinya langsung meluncur ke GKJ Jenar untuk koordinasi mendirikan Posko Bencana Klasis bersama Pdt. Wiworo Seco, Pdt. Lukas Eko Sukoco dan Pdt. Yogi Hapsoro.

Sejak Minggu malam, Pdt. Yogi Hapsoro telah mencanangkan mendirikan dapur umum, sesuai rekomendasi dari Yakkum Emergency Unit (YEU). Sayang, tukang masak andalan GKJ Jenar sedang ada urusan penting. Dalam situasi genting itulah, Pdt. Yuliana Saragih ditemani suami tercinta Pdt. Sudibyo langsung koordinasi dengan tim sigap masak GKJ Kutoarjo. Hasilnya, kebutuhan nasi bungkus pada hari pertama paska banjir bagi relawan dan masyarakat sekitar Gereja pun terpenuhi.

Pada hari itu juga (18/3) tim relawan Klasis dari GKJ Kutoarjo dan GKJ Jenar-Geparang berhasil membersihkan dampak banjir di Pastori, Gereja dan TK Seruni. Hal yang pantas diapresiasi dari tim klasis ini adalah semangat dan keberaniannya. Tim dari GKJ Kutoarjo ini benar-benar membanggakan Pdt. Sudibyo sang pamomongnya, karena tidak takut untuk kicah-kicih demi menciptakan kondisi bersih. Berkat tim inilah, Pastori GKJ Jenar pun siap untuk melayani dapur umum pada hari kedua paska banjir.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan, Pdt. Lukas Eko Sukoco pun segera berseru-seru via WAGrup demikian:
"[13:18, 18/03/2019] Besok pagi.. untuk relawan  merapat  ke gkj jenar  jam   07.00wib. Lalu  menuju  ke TKP   sementara 2 titik  dulu,  jika rekawan banyak... kuta bisa memperluas  area  yg  dibersihkan...
[13:19, 18/03/2019] Untuk relawan harap membawa... SEROK, KOSEK, SAPU LUDI,  CANGKUL, SOROK... JUGA YG PUNYA  HARAP MEMBAWA  POMPA  AIR
[13:20, 18/03/2019] Kegiatan ini  dikoordinir  oleh BAPELKLAS  BID  KESPEL,  DG  POKJA/KOMISI  dari gkj seklasis   juga  lintas  iman.
[13:22, 18/03/2019] Disarankan memakai Sepatu  Boots   untuk  yg kerja di Lapangan..,"

Pada hari kedua (19/3) seruan itu berhasil mengerahkan relawan lebih banyak lengkap dengan uba rampe untuk tapa ngrame. Baik itu relawan dapur umum maupun relawan yang terjun langsung ke lokasi.

Dan, pada hari kedua itu tim relawan klasis dari GKJ Pituruh, GKJ Purworejo Selatan, GKJ Purworejo, GKJ Jenar-Geparang, didukung juga SMK 8 Purworejo berhasil membersihkan SDN Purwosari, rumah Bp. Mintono, Bp. Purwoko, Ibu Mujilah dan salah satu warga non kristiani yang duwe jaran. Semangat tim relawan pada hari kedua tetap sama, yakni tidak takut untuk kicah-kicih. Hal ini dimungkinkan karena mendapat dukungan penuh dari dapur umum yang dikomandani Ibu Yogi Hapsoro, Ibu Rani, Ibu Pdt. Sri Yuliyati dan ibu-ibu lainnya. Termasuk dukungan Nasi Megono dari GKJ Bener, yang bener-bener bikin semangat.

Di tengah-tengah para relawan yang berpeluh dalam aksi kicah-kicihnya, Pdt. Petrus Mardiyanto dan Pdt. Yogi Hapsoro mendengar kabar tanah longsor di wilayah pelayanan GKJ Jatirejo. Oleh karena itu, sesuai arahan dari Pdt. Wiworo Seco, seyogyanya untuk besok (20/3, tim relawan yang diterjunkan dibagi dua tim. Satu di lokasi terdampak banjir, satunya naik ke GKJ Jatirejo.

Selain itu disepakati juga prioritas aksi kicah-kicih esok hari adalah membersihkan fasilitas umum. Terkait dengan hal ini, Pdt. Yogi Hapsoro pun segera menginformasikan via WAGrup demikian:
[19:47, 19/03/2019] "Bapak ibu, yang bsk masih bisa rawuh ke Jenar. Rencana awal akan membersihkan rumah dialihkan dulu ke SD Jenar 1 dan sebuah madrasah (tempat belajar Alquran) di desa Purwosari. Agar fokus ke Fasilitas pendidikan dulu. Maturnuwun."

Respon cepat segera datang dari Pdt. Lukas Eko Sukoco berikut ini: "Monggo  sami  rawuh. Kula lan tim DAPUR UMUM ,...Siap....  menu  khusus.. uenak ..." Tidak mau ketinggalan, Pdt. Em. Ibnu Prabowo pun memberikan acungan jempol. Sebuah sasmita supaya tim relawan tetap gaspol dalam rangka aksi kicah-kicih bikin bersih. 


»kakintun kinanthi sembah bekti dumugeng megatruh«

Komentar