Masa Adven dan Waiting for Godot




Waiting for Godot adalah naskah drama dua babak karya Samuel Beckett yang berkisah penantian Vladimir dan Estragon dalam menunggu sosok Godot. Dalam proses penantiannya, Vladimir dan Estragon terjalin dalam dialog-dialog yang menggelitik. Mereka terbawa akan kenangan kejayaan masa lalu dan harapan di masa yang akan datang. Penantian akan Godot membuat mereka menjadi lupa diri, lupa waktu, lupa tempat... Fokus mereka hanya satu : menunggu Godot. Mereka telah menaruh harapan besar akan kedatangan Godot yang bagi mereka adalah penyelamat. Tapi sayang, hingga drama usai tokoh Godot tak juga muncul.

Banyak kritikus satra yang menghubungkan Godot dengan Kristus atau Mesias. Sosok yang dinanti oleh umat dengan pengharapan dan penyerahan diri yang sangat besar. Seperti halnya masa Adven, masa penantian dan pengharapan. Dalam kisah Waiting for Godot, sosok yang dinanti ternyata tidak hadir. Vladimir dan Estragon memutuskan untuk pergi (meskipun mereka tidak beranjak dari tempat). Keputusan mereka untuk menghentikan penantian akan Godot sebenarnya merupakan sebuah penyadaran bahwa Godot tidak akan datang.

Sebenarnya apakah yang dinantikan oleh umat Kristiani di masa Adven ini? Sukacita Natal? Berkat Natal? Ya... tentu semua hal yang indah-indah karena Yesus telah lahir. Lho, bukankah semua itu sudah ada dalam kehidupan kita? Apalagi yang kita nantikan? Sebenarnya kita ini menantikan sebuah penyadaran. Kita menantikan penyadaran diri akan kasih Tuhan yang sebenarnya sudah ada sebelum kita menantikannya. Sama seperti Vladimir dan Estragon yang menghayati masa penantian mereka akan sosok Godot, hingga mereka tersadar Godot tidak akan pernah datang. Menghayati minggu-minggu penantian yang ditandai nyala lilin yang bertambah di setiap Minggunya. Mengahayati proses, menghayati dialog, menghayati perjumpaan, menghayati ketidak sadaran diri... hingga akhirnya kita nanti merayakan sebuah kesadaran, dan memutuskan menghentikan penantian.

Komentar