Hestitama Jadi Korban Bharatayudha

Hestitama bukan nama seorang gadis. Sekalipun nama Hesti biasanya menjadi nama diri perempuan yang suka mendaki gunung (Arga). 

Hestitama adalah nama gajah yang jadi korban perang Bharatayudha. Sebuah perang besar yang syarat makna. Di situlah para ksatria saling memenuhi janji prasetyanya. Dalam konteks ini, orang yang bertunangan layak belajar dari kisah Bharatayudha. Bagaimana para ksatria memenuhi janji prasetya sebagai darma kesatria dengan segala risikonya.

Raja Anga Karna misalnya. Pergolakan batinnya jelas tidak mudah diatasi. Di satu sisi ia terikat janji dengan Duryudana, tapi pada sisi lain harus menghadapi saudara-saudaranya sendiri. 

Murid Parasurama yang sakti itu memilih memegang janji prasetyanya kepada Duryudana. Risikonya, dia atau Arjuna yang mati di medan Kurusetra. Apalagi dua senjata sakti dari Dewa Surya, anting-anting dan baju zirah yang melekat dengan tubuhnya dia persembahkan kepada seorang Resi Tua yang sejatinya adalah jelmaan Dewa Indra. Sebagai gantinya, putra sulung Kunti itu mendapatkan senjata Indra yang tak pernah gagal menuju sasaran.

Karna pun mempersiapkan senjata khusus itu untuk menghadapi Arjuna. Itulah janjinya pada diri sendiri. Sayang, karena situasi, janji itu tak terpenuhi. Duryudana yang terancam nyawanya karena ditangkap Raksasa Gatotkaca, putra Wrekodara Bhima, hanya mampu diselamatkan oleh senjata Indra. Karna pun kemudian gugur di tangan Arjuna melalui perang tanding yang sengit lewat adu ketangkasan senjata memanah. 

Bharatayudha adalah kisah pemenuhan janji para ksatria. Sayang, pemenuhan janji itu tidak jarang melahirkan tragedi. Janji Senapati Dhrestajumna untuk membunuh Guru Drona yang telah memermalukan Raja Drupada ayahnya adalah tragedi bagi Hestitama. Gajah tunggangan Raja Premaya ini mati kena serangan gada Bhima.

Tanpa kematian Hestitama, tidak mungkin Guru Drona terkalahkan dalam perang Bharatayudha. Formasi perang Cakrabyuha bahkan berhasil menewaskan ksatria muda Pandhawa yang gagah perkasa, Abhimanyu putra Arjuna. Kematian Abhimanyu memang dikehendaki Duryudana untuk membalas dendam kematian adik-adiknya di tangan Bhima.

Pasalnya, setelah Maharsi Bhisma dikalahkan, pada hari kesebelas Bharatayudha, Bhima mulai mendapat angin menuntaskan janjinya membunuh putra-putra Drestharasta. Dan, Abhimanyulah yang membantu Bhima mengerjakan misinya. Tak heran bila Duryudana begitu menghendaki nyawa putra Arjuna itu.

Banyak janji terpenuhi dalam Bharatayudha yang melahirkan tragedi. Siapa sangka gajah Hestitama ikut pralaya di medan Kurusetra, diikuti gugurnya Guru Drona. Nah, kematian Guru Drona inilah yang membangkitkan arga dahana dalam dada Aswatama hingga bertekad membunuh Dresthajumna.



Komentar