PASOPATI




Janaka meninggalkan hingar-bingar dunia, menanggalkan kehormatan ksatria, mengambil tempat di sudut kehidupan yang maha hening. Kesunyian menjadi sahabatnya yang menenteramkan batin. Ia menciptakan keheningan dengan menyerasikan aliran darah, detak jantung, dan hembusan nafas. Ia menepi, mengendapkan batin dari kotornya dunia yang telah dipenuhi nafsu, keserakahan, fitnah, dan tipu muslihat.

Dalam menciptakan keheningan batin, selalu ada saja yang mengusiknya. Ia digoda oleh wanita yang begitu sempurna, anggun memesona setiap mata lelaki. Tapi wanginya tak sedikitpun mengganggu nafas Janaka. Lembut suaranya tak sedikitpun menggetarkan telinga Janaka. Belai lembut tubuhnya sama sekali tak membuat Janaka bergerak sedikitpun. Wanita itu gagal mengganggu sahwat Janaka.

Setelah wanita gagal, muncullah gelimang harta dan jabatan. Janaka ditawari berkardus-kardus dollar yang harganya sedang tinggi-tingginya. Tapi Janaka tetap fokus di satu titik keheningan. Janaka ditawari menjadi raja minyak terkaya, sehingga bisa membeli klub bola mana pun yang ia mau. Dan itu pun tidak mempan. Janaka ditawari rangkap jabatan, bisa jadi ketua PSSI, sekaligus jadi gubernur, dan bisa juga menjadi pemilik warung Martabak dan Pisang karamel. Tapi Janaka sama sekali tidak tergiur dengan jabatan-jabatan itu.

Digoda sesuatu yang nimat, Janaka tak gentar, ia pun diusik dengan berbagai isu yang menerpa. Ia dicap pengkhianat... Ia dituduh pembohong... Ia dianggap antek-antek aseng... Bahkan hingga ada yang tega meragukan siapa ayahanda dan bundanya... Sungguh kejam mereka penghasut tengik! Tapi semua isu pun berlalu kabur seperti angin. Pergi dengan sendirinya tanpa pamit.

Tibalah ia di sebuah titik akhir keheningan. Sang Dewi Bulan pun tersenyum. Ia turun dari tahta malam, berlutut, menganugerahi sebilah anak panah yang benar-benar sakti. Anak panah itu dinamakan PASOPATI. Pasopati adalah senjata untuk menghancurkan sifat-sifat binatang dalam diri manusia. Kerakusan, keserakahan, ketamakan, kesombongan.... Tapi sebelum mendapatkan Pasopati, sifat-sifat binatang di dalam dirinya harus sudah ditaklukkan. Sang Dewi Bulan menganugerahkan Pasopati kepada Janaka,  ksatria yang berhasil mencipta keheningan di tengah kegaduhan dunia. Janaka telah mampu menaklukkan sifat kebinatangan di dalam dirinya sendiri. Janaka pun menerima pusaka itu dengan penuh rasa hormat.

Segera ditariknya busur untuk melesatkan Pasopati anugerah dewi Bulan. Dibidiknya satu titik. Dimantabkan niatnya. Ditariknya nafas panjang dan ia pun melepaskan anak panah. Pasopati melaju kencang, menerjang hawa dingin, menembus kabut pekat, menuju satu titik. Pasopati itu menghantam tiga huruf : D, I, S hingga hancur lebur.... dan tersisalah : ABILITY.



Komentar