Panggung di Perhentian



Sekilas tak ada yang istimewa ketika kita terhenti sejenak karena lampu merah traffict light menyala. Wajar saja beberapa puluh detik laju kendaraan kita terhenti karena memberikan kesempatan pengemudi lain melintas. Tapi di dalam kekosongan waktu yang singkat itulah seringkali kita menjumpai adanya panggung kecil yang menawarkan berbagai macam pesan.

- Terkadang ada anak kecil dengan alat musik seadanya bergumam tidak jelas (maksudnya sih menyanyi, tapi ya begitulah...) dan diakhiri mengulurkan kantong plastik bungkus permen. Terkadang ada penjual minuman, arem-arem, koran, tahu Sumedang, atau jualan-jualan lain yang menawarkan dagangannya ke pengendara. Waktu hujan mengguyur seringkali muncul pemuda yang menyemprot kaca mobil dengan sabun cair melalui botol plastik. Terkadang kita jumpai anak-anak yang sok nge-punk, tapi lagunya Nella Kharisma... Terkadang kita menjumpai penghibur dengan memakai kostum hewan atau tokoh kartun di saat lampu merah. Lalu kalau memasuki kota Yogyakarta, kita akan disambut dengan tarian jathilan dari Jawa Timur di zebra cross saat lampu merah menyala. Memasuki kota Yogya, hampir di tiap perempatan besar kita jumpai para pemusik angklung yang dikombinasi dengan perkusi. Jika sedang ada bencana, sudah bisa dipastikan traffict light didominasi oleh para mahasiswa dengan kotak kardus yang bertuliskan “pray for ....” Pada saat bulan puasa, seringkali dibagikan kudapan dan nasi bungkus untuk berbuka di jalan. Dan ini khusus kalau melewati Kalasan, kita akan disambut dengan ramah oleh tante-tante centil. Kadang kalau balas menggodanya kita akan dapat bonus dicubit dengan genit. Aih aih... mbak Jeni... kena gigi uang kembali lho...

Ya, inilah Indonesia. Inilah bagian dari kehidupan kita. Di perhentian lampu merah itu ada pertunjukan dan ada kehidupan. Kita disadarkan kalau di perhentian itu kita tidaklah sendiri. Perjalanan kita bukan hanya kita dan seisi mobil saja. Perjalanan kita pun bersama dengan mereka. Ada interaksi, ada senyum, ada pelototan mata, ada pisuhan, ada cacian, ada senda gurau... Orang-orang yang meskipun tidak kita kenal tapi bisa menginspirasi dan memberi warna dalam perjalanan kita. Di perhentian itulah Tuhan berkarya.

Komentar