dramatisasi pesan


beredar viral foto presiden jokowi sedang berjongkok menerima bingkisan pemberian bulan, di pembukaan paralympic 2018 semalam.
hampir semua teman saya di facebook mengunggah foto itu dengan disertai rasa iba, bangga, terharu, dan mengaku mbrebes mili.
adegan itu jelas dipersiapkan.
sebab tidak ada yang mau ambil risiko atas keamanan presiden dengan membuat kejutan-kejutan tanpa persiapan. bahkan industri lawak yang bernama srimulat pun sudah dari dulu punya anggapan bahwa tertawa, terharu, gemas, jengkel, muak dan berbagai perasaan yang muncul di pihak penonton itu perlu dipersiapkan. belum lagi mr. bean yang kondang dengan lawakan tanpa kata untuk tingkah laku sesehari yang gak terduga itu, bahkan melakukan adegan yang bakal jadi 'kejutan' itu berulang-ulang sebelum diambil gambarnya.

mempersiapkan suatu efek tentu sudah dikenal oleh para aktor dan sutradara. tujuannya adalah untuk menjalin komunikasi: yakni, mengintensifkan pesan, sebab dramatisasi itu bagian penting bagi para pengisah, penulis, penyair, dan termasuk para politisi agar pesannya melekat lama dalam diri penonton dan pembacanya.
apalagi bila peran sebagai politisi itu berada dalam satu tubuh dengan seorang sutradara dan aktor.
dia bisa membangun citra sebagai nenek lampir yang buruk lahir batin, meski dia aslinya cantik dan baik hati. dia bisa menciptakan efek politis yang menggelombang dalam diri penonton: terus terbawa mimpi bermalam-malam lamanya dalam diri banyak pengikutnya.
dari dulu,
kita sudah hidup dengan alam pencitraan ini. sekolah-sekolah di masa yunani hingga abad pertengahan di eropa melatihkan teknik-teknik retorika sebagai bagian dari ketrampilan yang perlu bagi 'orang-orang merdeka'.
yang sedang kita alami sekarang ini bukan produk kemajuan teknologi digital saja. ini adalah teknik berkomunikasi lama yang diterapkan dengan alat-alat baru.

saya jadi ingat, bahwa menyampaikan "kabar baik" pun tidak selalu baik bila kita memakai alat-alat lama. alat-alat baru yang berplatform digital sekarang ini bisa menyebarkan pesan seketika dalam lingkup sebulatan dunia. bisa menghadirkan realita visual yang representatif. bisa melestarikan jejak-jejak dokumenternya selama-lamanya, tanpa kuatir lapuk atau pudar tintanya...

foto yang viral di atas diambil dari jarak jauh, dengan kamera berlensa tele, tersebar viral sampai kemana-mana, sambil membawa pesan kemanusiaan yang kuat.
agaknya, banyak orang yang mbrebes mili melihat foto yang telah mampir di jutaan hape ini. bila ada yang menganggap dramatisasi ini sebagai kebohongan, dibuat-buat, maka ia tidak paham bagaimana berkomunikasi.

komunikasi itu menyatukan, seperti nampak dari akar kata commune yang mengandung makna saling berbagi agar menjadi satu. tapi ya sudah, bisa jadi mereka ini memang  gak mau menyatu... pengennya mendua.

Komentar

Posting Komentar