berharap pada kantong misterius



beberapa hari ini pak jokowi mengaku telah mengantongi 10 orang calon pendampingnya sebagai wakil presiden. lewat berjalannya waktu, 10 orang yang ada di dalam kantongnya itu menyusut hanya tinggal 5 orang. siapa 5 orang yang di dalam kantong, kita tidak tahu. demikian pula siapa yang kemudian berada di luarnya, kita juga tidak tahu.
bukan hanya pak jokowi, namun pak prabowo sebagai calon pesaing pak jokowi pun mengaku telah mengatongi calon wakil presiden baginya. 
kedua calon presiden itu menggunakan metafora kantong sebagai area privat yang hanya beliau-beliau saja yang mengetahui isinya. kantong mereka adalah misteri.
misteri atau musterion dalam bahasa gerika itu selain berarti rahasia, juga berarti hanya orang-orang tertentu yang bisa mengetahuinya. ada pembatasan terhadap akses ruang maupun pengetahuan. 
sudah lama manusia mengenal pembatasan ruang maupun pengetahuan ini: ada ruang sakral, ada ruang profan [biasa]. ada kawruh sinengker, ada kawruh lumrah. ada tempat wingit dan ada tempat umum. batas antara sakral dan profan, wingit dan biasa itu harus dijaga, harus ada penyaring atau filternya sebab di situ itulah terjadi peralihan status: dari profan ke sakral atau sebaliknya.
penjaga garis batas itu disebut juru kunci, sebab dia yang berwenang menentukan siapa boleh masuk, dan siapa yang harus ditolak. karenanya, juru kunci mengemban kekuasaan amat besar. sama seperti imam yang menerima pengakuan dosa, yang harus memutuskan apakah pengakuan dosa umat itu termasuk dosa ringan atau dosa berat. seperti juga peran seorang dokter, yang harus memutuskan apakah pasien disebut sembuh atau masih sakit. 
kantong baju safari pak prabowo itu ada kancingnya. hanya beliau yang bisa menjangkau kancing itu, untuk membuka atau menutupnya. juga kantong di jas pak jokowi tidak mudah dijangkau orang lain untuk mengetahui isinya. membicarakan kantong kedua pemimpin ini seperti membicarakan otoritas, kewenangan, kekuasaan yang ada pada mereka.
itu menegaskan perbedaan kita dari mereka, mereka berwenang kita tidak. mereka tahu isinya, kita tidak.

situasi yang timpang ini pernah diatasi oleh tokoh kartun anak-anak jepang doraemon. ia punya kantong "ajaib" pada bajunya. sama seperti pada kantong kekuasaan kedua calon presiden yang mengandung misteri, perbedaan kantong doraemon adalah ia memberi harapan: kita boleh meminta apa pun, dan dari dalam kantong itu akan keluar yang kita harapkan itu.
kantong doraemon melebihi kantong para calon presiden: tidak bikin dag-dig-dug misterius karena kita tidak punya kewenangan mengetahui isinya, namun ia membalikkan situasi itu. ia memberi kewenangan pada kita, memberi harapan, dan memberi apa pun yang kita mau. 
ia memuaskan kita.
sayangnya,
itu hanya terjadi pada dunia anak-anak! 

Komentar