galaunya pemimpin


kedua capres kita rupanya sedang galau.
memilih [kan] wakilnya untuk kita, rakyat indonesia dalam pemilihan presiden tahun depan. beberapa hari ini mereka sudah harus menyerahkan nama, setelah berbulan-bulan memilih dan menderita dalam kegalauan.
ya, galau itu sering dialami sebagai penderitaan.
ia menjadi demikian, karena di dalamnya ada ketidakpastian. ada faktor-faktor lain yang harus dipertimbangkan, karena tadi: ia memilih buat orang lain, selain bagi dirinya sendiri.
banyaknya hal yang harus dipertimbangkan agar memuaskan banyak pihak telah memaksa pengambilan keputusan itu jadi berat. pemimpin mengapa harus memuaskan banyak pihak, meski sering menyerah dengan mengatakan 'saya tidak bisa memuaskan semua pihak'?
pemimpin menjadi demikian karena ia dijadikan pemimpin oleh para yang dipimpin, para konstituennya. ia dipilih oleh orang lain, ia bukan mengangkat dirinya sebagai pemimpin bagi yang lain, tapi ia adalah pemimpin bagi yang lain.

ada yang menyamakan posisi ini dengan posisi para pesohor, para selebritas, yang menyandang sebutan itu oleh karena pendukungnya, pemujanya. 
pemimpin yang diperlakukan sebagai seorang selebritas mendapatkan posisinya itu karena kuasa massal para pemujanya. ia adalah milik mereka.
penderitaan seorang selebritas adalah itu: ia kehilangan kedaulatan atas dirinya sendiri. ia kehilangan privacynya, saat-saat dan tempat privatenya. hampir semua tindak-tanduknya ingin diketahui oleh para pemujanya. munculnya siaran televisi, tabloid dan koran gossip, merupakan media untuk menghidupi popularitas para pesohor [dan para pemimpin] ini. namun, media pula adalah penguasa atas dirinya.

popularitas seseorang mau tidak mau harus selalu dipertahankan untuk merawat dukungan pemujanya. sebaliknya karena itu, bisa dirasakan betapa galaunya dia: membutuhkan dukungan massal tapi akan kehilangan waktu dan tempat pribadinya.

apakah setiap pemimpin nasibnya seperti seorang selebritas?
meski secara ekonomi kekayaan pemimpin tidak jauh beda dari yang dipimpin, namun secara sosial ia tetap jadi pumpunan atau fokus sorotan pandangan banyak orang. presiden uruguay, presiden iran, presiden afghanistan… bahkan paus fransiskus dikisahkan sebagai pemimpin dunia yang 'tidak punya apa-apa' secara ekonomis. namun mereka adalah pusat perhatian dunia.

itu yang membuat kita perlu menaruh simpati pada galaunya derita para pemimpin. ada pepatah yang bila diucapkan bunyinya mirip "leiden is lijden".
"memimpin adalah menderita"

Komentar