PARA MEGABINTANG HARUS PULANG

tiga megabintang yang pernah berhasil memenangi piala dunia | credit pic: websta.one


Piala Dunia 2018 di Rusia menyodorkan banyak cerita. Salah satu yang menarik adalah gugurnya tim-tim yang dibela oleh megabintang sepakbola. Sepasang megabintang yang selama satu dekade terakhir ini mencuri perhatian dunia tentu saja adalah Messi dan Ronaldo. Beberapa tahun terakhir muncul pula megabintang bertalenta, Neymar Jr. Serta setahun terakhir ada Moh. Salah yang cemerlang. Empat megabintang itulah yang juga berlaga di Piala Dunia 2018. 

Tentu saja definisi megabintang sangat bisa diperdebatkan. Saya sendiri tak terlalu tertarik dengan gelar individual dalam sepakbola. Tidak adil rasanya melupakan para pemain yang tak kalah berjasa namun kalah ternama lantaran peran yang tak selalu disorot kamera. Nama-nama seperti Iniesta, Kroos, Modric atau de Bruyne yang secara statistik memukau memang sering harus mengalah. 

Namun akhirnya mata dunia menyoroti 4 megabintang yang diharapkan membawa timnas merebut gelar paling prestisius sejagad: piala dunia. Naas, keempatnya memiliki cerita yang sial. Ronaldo memang tampil meyakinkan di awal. Ia membobol gawang Spanyol tiga kali. Namun perjalanannya harus berakhir di 16 besar lantaran tak disokong tim sekuat klub yang ia bela: Real Madrid. Messi seperti biasa, menjadi tumpuan Argentina. Pemain jenius ini bahkan ikut menjadi "pelatih" bayangan bagi tim Tango. Nampaknya bebannya terlampau berat, karena sering dianggap menanggung beban sendirian. Senasib dengan Ronaldo, Messi gagal di 16 besar karena tim yang tak sesolid Barcelona. Salah lebih sial karena mengawali piala dunia dengan cedera bahu akibat dibanting Ramos. Ia tak punya cukup waktu untuk unjuk gigi. Neymar lebih banyak disorot soal drama yang ia pertontonkan daripada peran signifikan untuk memetik kemenangan.

Tinggallah 4 tim yang masuk semifinal: Belgia, Inggris, Kroasia, dan Prancis. Boleh dikata, tak ada megabintang di 4 tim itu. Setidaknya, tidak atau belum ada 1 orang yang terlalu menonjol atau terlalu diandalkan sebagaimana 4 megabintang tersebut sebelumnya. Selain keberuntungan, tentu keempat tim itu punya rahasia sehingga melaju lebih jauh. Mereka tak butuh megabintang. Nampaknya sepakbola memang kembali pada takdirnya: ini permainan tim. 

Megabintang berguguran di Piala Dunia 2018. Bukti bahwa tampil maksimalnya seorang bintang adalah juga berkat dukungan rekan setim. Tim adalah support system yang memungkinkan seorang bintang tampil memukau. Timnas yang gagal memberi "panggung" bagi kemampuan megabintang itu pun gigit jari. Sepakbola adalah realitas yang membuktikan bahwa skill individu bukanlah satu-satunya apalagi segala-galanya. Keberhasilan yang hanya membuat satu atau dua orang menjadi pusat perhatian adalah keberhasilan yang tak memadai merangkum peran berbagai elemen yang turut menentukan.

Pele, sang legenda Brasil, suatu kali pernah berkomentar soal Neymar: Secara teknik, dialah yang terbaik di dunia. Masalahnya hanyalah soal mentalitas. Saya setuju dengan Pele. 

Komentar

  1. saya justru senang tim yang merata kemampuannya di semua lini, gelandang dan bek bisa cetak gol...
    dan keempat tim semifinalis memang layak mendaratkan kakinya sebagai 4 besar...siapapun juaranya mereka telah menampilkan performa yang baik sejak penyisihan, bekerja keras didukung fisik yang memadai...bravo sepakbola!

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi inget timnas Spanyol ketika juara Piala Dunia. Nyaris tanpa striker karena pake strategi false 9. Mengandalkan tiki-taka.

      Hapus
  2. messi punya kelebihan dari yang lain, yakni kemampuannya memotivasi tim: "kalian semua, semua dari kalian, harus berusaha bikin gol" dan itu ngefek.
    seorang megabintang, bukan sekadar dibintangkan oleh tim, tapi dalam kasus messi ia adalah inspirator tim.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul. hal serupa dilakukan oleh Ronaldo ketika membawa Portugal memenangi Piala Eropa di 2016. Neymar dan Salah belum sampai ke sana. hehehe

      Hapus
  3. kok kayak sistem zonasi sekolahan ya? akhir2nya tidak ada yang menjadi favorit....

    BalasHapus

Posting Komentar