ZIARAH

Dahulu tidak ada orang Kristiani yang melakukan ziarah ke tanah Israel. Dekade belakangan ini banyak orang Kristiani yang melakukannya. Ada kebanggaan tertentu dapat pergi ke Israel lalu mengunjungi situs-situs yang berkaitan dengan kekristenan. Akan tetapi tiga hari yang lalu tersiar kabar bahwa Pemerintah Israel melarang turis dengan passport Indonesia masuk ke wilayah Israel. Mereka yang akan melakukan ziarah ke Israel terhalangan dan batal.

Sebagai obat kekecewaan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menawarkan wisata ke LAI untuk menyaksikan dan mendapatkan berbagai macam informasi yang berkaitan dengan Alkitab. Dengan tawaran ini ziarah ke situs-situs diganti dengan ziarah ke dokumen-dokumen, yang tentu saja tidak kalah penting dibandingkan dengan situs-situs di Israel, dalam memelihara warisan iman Kristiani.

Orang-orang tertentu melakukan ziarah untuk mendapat berkat khusus dari yang dijadikan tujuan ziarah itu. Setiap hari berbondong-bondong orang melakukan ziarah ke pusara Gus Dur, di antara mereka itu ada yang mengharapkan berkat Allah melalui Gus Dur, meskipun Gus Dur sudah berada di alam kekekalan. Istilah Jawa-nya "ngalap berkah."  Demikian pula orang yang melakukan ziarah ke Kadilangu, ke kubur Sunan Kalijaga, dan situs-situs tertentu lainnya.

Saya tidak tahu apa tujuan orang Kristiani melakukan ziarah ke Israel. Katanya ada yang memperbarui pernikahan mereka di desa Kana. Yang jelas, saya mendapat oleh-oleh dari dua orang yang pernah melakukan ziarah ke Israel. Yang satu memberi saya minyak zaitun. Sambil memberikan ia berkata bahwa minyak zaitun itu sangat baik untuk urapan. Karena saya tidak pernah melakukan urapan maka minyak itu hanya saya simpan. Yang satu lagi memberi saya anggur dari desa Kana. Seperti minyak zaitun, anggur itu juga hanya saya simpan saja.

Ziarah, entah dengan tujuan apa, agaknya sangat dibutuhkan dan makin hari makin banyak orang yang melakukan ziarah. Di lingkungan umat Kristiani, sekarang bukan hanya Sendang Sono yang menjadi tujuan ziarah, tetapi juga beberapa sendang lain. Belakangan juga lahir gua Maria yang menjadi tujuan ziarah. Di lingkungan Gereja Kristen Jawa (GKJ) hanya ada satu situs yang menjadi tujuan ziarah, yaitu rumah Kyai Sadrach di Karangjoso, Kutoarjo. Tidak banyak orang berziarah ke Karangjoso. Mengapa? Saya juga tidak tahu, padahal beberapa pendeta GKJ dan mungkin cukup banyak warga GKJ yang pernah melakukan ziarah ke Israel.



Ki Atma

Komentar