JENAZAH

 

 

Masih banyak orang yang memahami dan meyakini bahwa agama yang dipeluk seseorang menentukan seseorang itu masuk ke sorga atau kejeblos ke neraka. Karena paham dan keyakinan demikian itu N yang pernah menjadi calon pendeta, dan lebih sepuluh tahun sakit lumpuh total, akhirnya oleh keluarganya dinyatakan pindah agama.

Ibu S lama sekali meninggalkan kampung halaman, hidup di kota lain. Di kota lain itulah ibu S berpindah ke agama Kristen. Kira-kira dua tahun yang lalu, ia pulang ke kampung halaman dan menumpang pada keluarganya, yang semua beragama bukan Kristen. Ketika kemarin ia meninggal dunia, keluarganya meminta agar ibu S diurus oleh gereja. Rumah duka untuk ibu S tidak di rumah keluarganya itu.  Gereja pun menyanggupinya.

Ketika ada kasus seseorang yang meninggal karena menjadi pelaku peledakan bom bunuh diri, menurut berita jenazahnya ditolak dimakamkan oleh masyarakat lingkungan (tetangga) orang tsb.

Tidak kah selayaknya jenazah seseorang itu diperlakukan dengan hormat bukan berdasarkan perilaku ketika masih hidup, melainkan karena ia adalah manusia. Meskipun ia dapat digolongkan orang yang jahat, banyak dosa, menimbun kesalahan, tetapi tetap saja ia seorang manusia. Ia orang yang berharkat dan martabat manusia, bukan berubah menjadi binatang atau iblis. Maka selayaknya jenazahnya diperlakukan sebagai jenazah manusia.

Tidakkah selayaknya jenazah seseorang itu diperlakukan dengan hormat bukan berdasarkan agama ketika ia masih hidup, melainkan karena ia adalah manusia.

Kemuliaan dan kebenaran agama itu bukan dibuktikan  bukan oleh ajarannya, tetapi oleh perilaku pemeluknya.  Meskipun orang menyatakan bahwa agama tertentu itu benar, baik, mulia, dengan menunjukkan bukti bahwa ajarannya begini atau begitu, tetapi semua itu hanyalah omong kosong, kalau perilaku pemeluknya tidak sesuai dengan ajaran yang baik, benar, mulia itu. Sebaliknya, mungkin tidak ada seorang pun yang menyatakan bahwa ajaran keyakinan tertentu itu baik, benar, mulia, dsb, tetapi ketika pemeluknya menjalankan perilaku baik, mulia, luhur, penuh cinta, dsb, maka perilaku itu menunjukkan dan membuktikan ajaran keyakinan itu.

 



Ki Atma

Komentar