Kail

foto oleh Maulana Marjuki



Adakalanya memberikan ikan, tetapi lebih baik lagi kalau memberikan kail. Ketika hanya memberikan ikan saja, kita sebenarnya telah melakukan pembodohan. Mereka yang menerima ikan akan merasa senang dan terus berharap akan diberi ikan. Mereka menjadi kenyang tapi bodoh. Tidak bisa apa-apa kecuali hanya menengadahkan tangan menanti pemberian. Tetapi ketika kita memberikan kail, mereka akan berusaha, berjuang, dan belajar untuk meraih sesuatu. Bisa jadi mereka pada awalnya gagal mendapat ikan. Tidak apa-apa. Mereka akan tahu bagaimana cara menghindari kegagalan.

Dalam Markus 1 : 29 – 39, Yesus hadir menyembuhkan banyak orang. Hingga larut malam, Yesus menyediakan diri untuk menyambuhkan mereka yang sakit. Tetapi keeseokan hari ketika banyak orang menunggu kehadiran Yesus untuk disembuhkan, Yesus malah mengajak para murid pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang dekat dari situ. Loh kok menghindar? Bukan menghindar... tetapi Yesus memahami kehadiran-Nya bukan hanya semata menyembuhkan orang sakit saja. Kehadiran-Nya adalah untuk menyebarkan kabar suka cita. Tuhan Yesus tidak melulu memberikan ikan yang siap untuk disantap. Ada kalanya Tuhan Yesus mengajak untuk mandiri. Memberikan kesempatan untuk berusaha.Bukankah orang-orang di kampung itu juga bisa dilibatkan untuk menyembuhkan mereka yang sakit? Yesus melempar kail agar mereka pun belajar untuk merawat dan berbagi kasih. Bisa saja Yesus melayani siapapun yang datang kepada-Nya. Tetapi ini tidak mendidik dan membangun! Seperti kisah Ponari dengan batu ajaibnya yang fenomenal pada waktu itu... Orang banyak berbondong-bondong minta kesembuhan. Tetapi sayangnya kesembuhan instan semacam ini malah membuat banyak orang terjatuh dalam pemahaman yang keliru. Pokoknya kalau tidak datang ke Ponari tidak akan sembuh. Dan pemahaman seperti ini sangat berbahaya!

Tuhan Yesus bukannya tidak menaruh belas kasihan bagi mereka yang sakit, tetapi Ia memberikan kesempatan bagi orang-orang di kampung itu untuk berusaha menjadi penyembuh. Demikianpula apa yang diberikan kepada kita. Ia seringkali memberikan kail untuk kita agar kita berusaha, berjuang, dan belajar dari kegagalan.

Komentar