abu-abu kini


arang di anglo pak pendek itu semakin habis dilalap api, sehingga tiap kali harus digantikan lagi oleh arang baru untuk memasak bakmi. 
asapnya mengepul dan abu berguguran ke bawah.

warna abu-abu, konon lahir dari fakta adanya abu.
warna abu itu tidak hitam seperti arang, tidak pula putih seperti warna asap yang keluar darinya.
ia dua-duanya: mengambil kedua unsur dari arang yang dibakar dan dari asap yang mengepul darinya. warna abu-abu itu memiliki kekayaan sebab ia tidak hanya hitam atau hanya putih, namun dua-duanya: hitam dan putih. ia kaya.

dalam pengertian itu, abu seperti halnya warna abu-abu, memiliki sifat transisional.

sifat transisional dari abu itu mirip status antara sudah dan belum, suatu momen yang dinamakan sebagai sekarang
kini.

sekarang ini adalah waktu yang penuh tarikan tegangan, antara yang sudah dan yang belum. antara kenangan dan harapan. suatu momen yang tanpa durasi, amat cepat berganti dari sudah ke akan. mirip saat senja, yang belum gelap tapi sudah tidak terang.

lha sebenernya sekarang ini nyata ada gak sih?

beberapa hari lagi akan diperingati rabu abu.
saya menghayatinya seperti menthelengi abu yang berjatuhan dari anglo pak pendek tadi: kesementaraan, kerentanan hidup.

hidup itu ada, nyata, sementara, tapi kaya!

Komentar