Dasar Ndeso....



Dasar ndeso.... *)

Begitulah dengan angkuh Kaesang melontarkan cacian kekesalannya dalam vlog beberapa waktu yang lalu. Yang pertama dikatakan “ndeso” oleh Kaesang adalah mereka yang meminta proyek kepada orang tuanya... memanfaatkan jabatan orang tuanya, mumpung ada kesempatan. Dan yang kedua yang dikatakan “ndeso” adalah mereka yang memiliki faham intoleransi dan suka menebar fitnah serta menyebarkan ajaran kebencian.

Dhuh, Kaesang... Kaesang... begitu sempitnya pola pikirmu!! Sudah sepantasnya memang ada yang mengadukan kamu ke polisi sebagai bentuk penistaan.

Mentang-mentang lahir, besar di Solo, sekolah di Singgapur, dan sekarang tinggal di kota Metropolitan Jakarte.... lalu ente pun memandang rendah wong ndeso yang seringkali muncul di dalam umpatanmu. Dhuh, engkau telah menistakan wong ndeso, Sang....

Memang desa itu apa? Desa adalah sumber segalanya! Sumber daya manusia yang memenuhi kota-kota besar, sebagian besar adalah orang desa. Tiap Lebaran mereka meluangkan waktu menengok tempat asal mereka. Sumber daya alam yang dipakai di kota-kota besar datangnya dari desa. Beras... sayur... garam... batu bata... air... pasir... kapas... semua datang dari... desa! Tanpa adanya kota, orang-orang desa bisa bertahan hidup. Tapi kalau tidak ada desa, apa yang di kota mau makan uang? Begitu mulianya desa sampai-sampai L. Malik menciptakan lagu Desaku yang Kucinta.... Pujaan hatiku...


Lha sebegitu mulianya desa kok disamakan dengan pengemis proyek orangtua... sebegitu agungnya desa kok disamakan dengan kaum sumbu pendek penyebar kebencian? Piye to Sang... Sang....?? Pancen kowe iki wis menistakan wong ndeso tenan!! Aku ora trima!!! (dpp)


*) "ndeso" harusnya tulisannya "ndesa"