MELAWAN KEPICIKAN DENGAN KETERBUKAAN MEMBANGUN RELASI

             Tehnologi internet berbasis inter-koneksi antara banyak perangkat sehingga memungkinkan revolusi informasi yang kita nikmati saat ini. Dari personal komputer (PC) yang dikembangkan IBM, tehnologi internet yang dikembangkan tiga dasawarsa lalu sudah mengubah sistem operasi bukan lagi berbasis perangkat yang berdiri sendiri satu sama lain, tetapi bisa menggunakan sumber-sumber yang tersedia saat akses ke jejaring semua perangkat yang terhubung satu sama lain itu dibuka. Sekarang bahkan tidak perlu lagi komputer untuk mengakses internet, smartphone sudah sangat cukup untuk berjejaring dengan sesama pengguna di seluruh dunia, dan mengakses semua sumber layanan yang tersedia tanpa batas, tentu saja asal sinyal koneksi dan pulsa untuk melakukannya mencukupi. Anehnya, saat dunia semakin terhubung satu sama lain, mengapa kepicikan tetap tumbuh berkembang dengan isu suku agama ras dan antar golongan?

***
            Tehnologi itu bebas nilai.  Manusia yang mengembangkan dan memakainya yang selalu punya kepentingan masing-masing. Revolusi tehnologi informasi dimungkinkan karena ada inter-koneksi antara server-server di seluruh dunia yang berjejaring di www (world wide web), didukung dengan protokol program yang memungkinkan semua perangkat yang berjejaring dapat mempergunakan layanan data dan sumber yang dibuka di dalamnya.  Kecepatan dalam pertukaran, pencarian, pengolahan dan merespon data menjadi keunggulan yang memungkinkan komunikasi berjalan lebih mudah, cepat, dan murah. Sayang watak manusia yang serakah rawan menyalahgunakan tehnologi ini hanya untuk keuntungannya sendiri, ini bagian kepicikan yang terus melekat.
Kompetisi yang sehat antara pengembang sistem operasi yang terbuka bagi semua untuk ikut serta berkontribusi mengembangkannya seperti linux yang menjadi basis program android, maupun sistem operasi yang ekslusif dengan hak paten seperti microsoft dan apple menghindarkan dominasi dan monopoli dagang, sekaligus penguasaan sistem informasi yang sangat berpengaruh dalam kehidupan dunia di era ini. Nilai kebebasan beriring dengan penghargaan atas hak cipta dalam kehidupan negara diatur dengan regulasi hukum, berupa perundang-undangan dan peraturan pelaksanaannya. Perlu membangun sarana dan pra sarana pendukung yang dibutuhkan dengan kerjasama semua pihak yang berkepentingan, dan lebih dari perangkat tehnis dan tehnologi, kita perlu mengembangkan keterbukaan membangun relasi satu sama lein dengan semangat kesetaraan, penghormatan, melawan kepicikan sikap hanya untuk kepentingan diri sendiri dan golongan padahal itu merugikan kepentingan bersama yang mempersatukan kita.

** *
            Buah kepicikan sudah jelas: hoax, penghasutan, propaganda miring, memecah belah, abai terhadap kebaikan dan keutamaan pihak lain karena yang selalu dikemukakan adalah kebenaran diri sendiri dengan segala kelebihan keunggulan. Ada yang sengaja munafik menipu diri sendiri, tetapi lebih banyak lagi yang tidak tahu bahwa dirinya munafik karena memang tidak pernah melihat dan mengetahui sisi gelap dan kekurangan dirinya. Lebih banyak orang yang karena kepicikannya menjadi munafik, hanya ikut-ikutan saja, tanpa sungguh-sungguh tahu apa yang dilakukannya. Alangkah mengerikan bila pemimpin yang mereka ikuti dan mereka percaya, atau yang memfasilitasi dengan segala rekayasa menyebar penghasutan memang sengaja memelihara kepicikan di kalangannya.
            Inter-koneksi yang menjadi basis pengembangan tehnologi internet dan tulang punggung tehnologi informasi perlu diimbangi dengan pengembangan inter-relasi yang mau membuka diri, mendengar, belajar, memeriksa, baru menanggapi pesan yang disampaikan dari pihak lain.  Berbeda dengan roh ketakutan dan perasaan terancam di kalangan yang memelihara kepicikan, entah dengan sengaja maupun karena ketidaktahuannya, maka keterbukaan membangun relasi membutuhkan keberanian. Keberanian ini muncul karena kematangan dan kedewasaan, sudah bisa memilih apa yang baik dan sebaliknya melawan atau menjauhi
yang jahat. Keberanian ini juga muncul karena kepercayaan bahwa siapapun akan menyambut apa yang baik saat itu ditawarkan. Keberanian ini juga bersama-sama akan membangun kesepakatan dalam kasih, mengupayakan ketertiban, tatanan hidup yang damai dan menguntungkan bagi semua.

***
            Tidak guna menyalahkan sejarah bahwa di masa lalu pembangunan sarana dan prasarana komunikasi dan informatika ternyata bahkan disalahgunakan guna membangun cyber-army yang sengaja memelihara kepicikan di dunia maya. Tantangan bagi yang waras sekarang adalah  membuka sekat-sekat “hanya untuk kalangan sendiri”, dan mengembangkan keterbukaan untuk membangun relasi.  Pertanyaan “Apakah mungkin bertoleransi dengan kaum yang intoleran?”, atau “Bagaimana mungkin mengembangkan dialog dengan golongan yang anti-dialog?” adalah wacana teoritis. Tantangan yang benar melawan kepicikan adalah keberanian untuk kembali lagi menyapa, berdialog, membuka diri, mempertanggungjawabkan apa yang menjadi hidup dan keyakinan kita dengan segala pengajaran dan kesabaran.

salam

Pemulung Cerita, Purwantoro 15 Mei 2017
YTP