PAHLAWAN

Sang Guru melihat seseorang tergeletak di dekat kolam, yang diyakini apabila kolam itu airnya terkocakkan, siapa pun yang mencebur paling awal ke kolam itu, apa pun penyakitnya pasti sembuh. Seseorang itu sudah 38 tahun menantikan kesempatan untuk mencebut ke kolam itu setelah airnya terkocakkan. Akan tetapi tidak ada seorang pun yang menolongnya menceburkan dia. Ketika ia sedang beringsut secara perlahan ke arah kolam itu, orang lain mendahuluinya mencebur ke kolam. 38 tahun ia terus berbaring di dekat kolam itu, dan tidak ada seorang pun yang menolongnya.
Orang selalu berebut berkat Allah. Meskipun orang hapal benar tentang hukum utama adalah mencintai sesama, tetapi (hampir) tidak ada seorang pun yang melepaskan berkat Allah yang hampir digenggamnya (apalagi yang sudah digenggamnya) agar diterima orang lain. Semua orang mendahului dirinya atau saudara, anggota keluarganya, mencebur ke kolam ajaib itu, dan tidak ada seorang pun yang menolong seseorang yang sudah 38 tahun tergeletak di dekat kolam itu.
Hari itu, Sang Guru bersabda kepada si seseorang: "kalau kau ingin sembuh, angkat tempat tidurmu." dan orang itu mampu berdiri, Ia sembuh total. Namun, begitu ia menoleh, ia tidak lagi melihat orang yang menyembuhkannya. Sang Guru telah menghilang, menelenggelamkan diri dalam kerumuman orang yang berjubel di tepi kolam ajaib itu.
Pahlawan itu melakukan karya besar dan menghilang, sehingga namanya tidak ter(di)bicarakan orang. Tidak ada komentar, apalagi menjadi tenar.