MAREM

Setelah Yesus dibaptis oleh Yohanes, terdengar suara dari sorga: "inilah anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya lah Aku berkenan."

Yesus itu anak Allah. Yesus dikasihi oleh Allah. Semua pengikut Yesus itu dijadikan anak-anak Allah. Mereka dikasihi oleh Allah. Seluruh manusia itu dikasihi oleh Allah. Karena kasih-Nya itu Allah memberikan matahari kepada orang yang baik dan yang jahat, dan hujan kepada orang saleh dan tidak saleh. Semua manusia, bahkan semua makluk dikasihi oleh Allah.

Kalau ada orang yang merasa tidak dikasihi Allah atau mengira sedang dihukum oleh Allah, itu bukan karena tidak dikasihi oleh Allah tetapi karena tidak memperhatikan kasih Allah sehingga tidak merasakan atau tidak mengalami kasih Allah itu. Yang sesungguhnya adalah Allah mengasihi nya (mereka).

Orang yang tidak memperhatikan kasih Allah, sehingga tidak merasakan kasih Allah, cenderung tidak pernah puas, akibatnya hidupnya dirasakan panas, dan akhirnya sengsara (wong kang ora ngrasakaken tresnaning Allah iku uripe ngangsa, sidane cilaka, wusanane mung rumangsa tansah sengsara). Sebaliknya orang yang selalu merasakan dikasihi Allah, hidupnya tenteram, hatinya damai, akibatnya selalu bahagia (nanging wong kang rumangsa ditresnani dening Allah iku, atine tentrem, mula uripe ayem awit tansah rumangsa marem). Dalam situasi dan kondisi yang sangat minimal, misalnya hanya ada nasi tanpa lauk, tetapi karena hati yang bahagia (rumangsa marem) maka hanya syukur dan syukur yang terus mengalir dari hati dan praktek hidupnya.