ORIENTASI

Biasanya agama-agama itu dibedakan ke dalam dua kategori, yaitu agama bumi dan agama langit. Yang digolongkan agama bumi itu antara lain Hindu, Budha, dll. Sedangkan yang digolongkan agama langit antara lain adalah Kristen, Islam, dll. Katanya, penggolongan itu didasarkan pada kitab suci agama-agama itu. Yang digolongkan agama langit itu kitab sucinya adalah Wahyu Allah. Benarkah cara penggolongan demikian itu? benarkan kitab suci agama (yang digolongkan) bumi itu bukan wahyu Allah? Saya lebih meyakini penggolongan demikian itu tidak perlu dan tidak sah. Saya lebih meyakini kitab suci agama apa pun itu pada hakikatnyaa mempunyai dua sisi. Di satu pihak adalah sabda manusia, di pihak lain sabda (wahyu) Allah. Bahwa semua kitab suci itu sabda manusia dapat dibuktikan apabila dilakukan penelitian sastra akan terbukti bahwa tulisan-tulisan dalam kitab suci itu terbentuk dalam kurun waktu tertentu dengan latar belakang kemasyarakatan tertentu. Sehingga dalam tulisan-tulisan (ayat-ayat) tercermin keterlibatan emosi, pergumulan, pengalaman, paham, keyakinan, dll manusia. Bahwa semua kitab suci itu sabda (wahyu) Allah terbukti dari kenyataan diimani atau diyakini sebagai sabda (wahyu) Allah oleh pemeluk agama itu. Karena ada sisi manusiawinya itulah maka kitab suci mesti ditafsir, dicari maknanya dan apa relevansinya atau bagaimana menerapkannya di situasi dan kondisi konkret kini. Sama ayat bisa berbeda penerapan karena perbedaan situasi dan kondisi kini.
Dibanding dengan agama-agama yang digolongkan sebagai agama bumi, orientasi agama-agama yang digolongkan sebagai agama langit cenderung berorientasi ke sorga, dan kurang memperhatikan atau dapat disebut mengabaikan bahkan melupakan dunia. Akibatnya tidak menghargai dunia bahkan tidak jarang justru merusak dunia. Karena orientasi ke sorga itu pula agama-agama langit justru berebut kebenaran, dan mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk ikut memeluk agama itu agar BESOK masuk ke sorga. Meskipun meyakini sorga namun sejujurnya mereka tidak mau pergi ke sorga sekarang ini. Bukti paling jelas adalah ketika mengalami sakit, mereka berdoa memohon kesembuhan dan juga berobat agar dapat sembuh. Sedangkan mereka yang mengalami "putus asa" karena "penderitaan" di dunia ini, mudah diprovokasi untuk melakukan bunuh diri dengan menyertakan orang lain, dengan impian masuk ke sorga disambut para bidadari (katanya).
Selayaknya orientasi ke sorga itu diubah dan digantikan dengan orientasi ke dunia. Di lingkungan Kristen diyakini bahwa pada awalnya dunia ini penuh dengan damai-sejahtera. Itulah firdaus. Juga diyakini bahwa manusia itu diciptakan menurut gambar dan peta Alla. Harkat dan martabat manusia itu adalah citra (gambar dan peta) Allah. manusia itu pada hakikatnya (diciptakan) memiliki sifat-sifat ilahi. Akan tetapi, karena dosa maka firdaus itu rusak dan hilang. Karena dosa maka manusia itu kehilangan sifat-sifat ilahi. Penebusan atau penyelamatan oleh Yesus itu adalah memulihkan manusia menjadi citra (gambar dan peta) Allah dan dunia menjadi firdaus. Oleh sebab itu sejak tahun 1980-an digemakan semboyan "justice, peace and integrity of creation." Semestinya yang lebih ditekankan bukan perihal masuk ke sorga, tetapi memperbaiki atau memulihkan dunia ini menjadi firdaus, manusia menjadi citra (gambar dan peta) Allah sehingga yang dijalani adalah sifat-sifat ilahi dan hidup diwarnai oleh damai-sejahtera. Akan tetapi karena ajaran yang orientasi ke sorga itu sudah mengurat-mengakar sulit dan butuh waktu lama dan perjuangan keras untuk mengubah ke orientasi dunia ini.
Setahu saya (dari penuturan saudara-saudara Muslim),  pentingnya memperhatikan pemulihan dunia ini menjadi dunia yang diwarnai damai-sejahtera itu cukup kuat di ajaran Islam. Ungkapanyang sangat populer di kalangan saudara Muslim bahwa agama (Islam) itu adalah rahmatan lil alamin, rahmat bagi alam.
Kalau orientasi bukan ke sorga, tetapi ke dunia ini, maka kedua agama (Kristen dan Islam) tidak akan saling berebut menarik sebanyak pengikut masuk ke sorga, melainkan justru bekerja sama untuk memperbaiki, memulihkan alam ini dan hidup pun diwarnai dengan damai-sejahtera. #semogakesana.

Ki Atma