KERUGIAN YANG MEMBANGGAKAN DAN MEMBAHAGIAKAN

GKJ Purwodadi tidak menyelenggarakan riyaya undhuh-undhuh. Salah satu alasannya, biasanya riyaya undhuh-undhuh itu diselenggarakan pada waktu hari raya pentakosta. Waktu itu belum bahkan tidak panen. Jadi, bukan waktu mengunduh. Sebagai gantinya, setiap setahun dua kali, yaitu pada akhir paskah dan akhir bulan keluarga menyelenggarakan pasar murah. Selama 40 hari sebelum paskah, warga gereja berpuasa, sehingga ada pengiritan. Yang biasanya dikonsumsi/makan-minum selama 40 hari tidak dikonsumsi/makan-minum. Dana yang ter-iritkan itu dikumpulkan untuk modal pasar murah. Sedangkan di bulan Oktober, selama sebulan warga gereja merayakan bulan keluarga. Setiap keluarga mengumpulkan "jimpitan" selama sebulan itu, yang kemudian dijadikan modal pasar murah. Di pasar murah itu dijual kebutuhan sehari-hari dengan harga murah. Pembelinya masyarakat umum. 
Mengakhiri bulan keluarga 2016 ini diselenggarakan pasar murah pada hari minggu, 6 November 2016 di rumah kadus (kepala dusun) Karangasem.

Berbelanja itu meskipun hanya selisih seribu rupiah, pasti memilih yang lebih murah. Apalagi ini murah sekali. Selisih harganya cukup besar. Jadi, rakyat kami pasti senang. Mereka senang,  dan pasar pun segera selesai. Dagangannya habis, malah sebenarnya kurang. Setelah pasar bubar masih ada yang datang dan kecewa sebab sudah tidak ada yang bisa dibeli. Begitu komentar pak kepala dusun, yang rumahnya ditempati pasar murah GKJ Purwodadi.

Pasar murah sebagai penutup bulan keluarga GKJ Purwodadi kali ini diselenggarakan di dusun Karang asem, kalurahan Karang anyar, Kabupaten Grobogan. Persembahan dari para keluarga warga GKJ Purwodadi terkumpul sekirat sepuluh juta rupiah (Rp. 10.000.000). Ada yang berupa barang kebutuhan setiap hari seperti beras, gula, teh, telur ayam, mie instan, minyak goreng, dll dan ada juga yang berupa uang. Yang berupa uang itu kemudian dibelanjakan barang kebutuhan setiap hari menambahkan barang-barang yang sudah ada. Semua itu kemudian dijadikan dagangan pasar murah. Dagangan itu akan dijual dengan murah, sehingga rugi. Kerugian itulah sumbangan gereja kepada masyarakat yang membeli dagangan itu.

Mulai pkl. 09.00 pasar murah yang diselenggarakan di dusun Karang asem dimulai dan para pembeli pun segera mengerumuni dagangan untuk membeli barang yang dikehendakinya. Hanya dalam waktu kurang dari satu jam seluruh dagangan habis. Para pelayan pasar murah pun segera menghitung pendapatan penjualan, dan terdapat Rp. 6.300.000 Itu berarti kerugian yang dipertaruhkan adalah kurang lebih Rp. 3.700.000 Penilaian bersama para pelayan pasar murah, kerugian ini cukup sukses.

Agama, juga gereja (agama Kristen) itu sungguh-sungguh agama apabila menjadi berkat bagi umat manusia. Gereja (agama Kristen) sungguh-sungguh agama apabila berbuat baik bagi sesama sehingga hidup damai-sejahtera benar-benar mewujud. Semoga tindakan konkret demikian ini, yaitu pasar murah, meskipun sederhana terus dapat dilakukan oleh GKJ Purwodadi bahkan semakin lama semakin meningkat kualitas dan kuantitasnya. Ini karya nyata bagi masyarakat, bangsa dan Negara.semoga.

Inilah sebagian (kecil) Injil. Injil itu bukan perihal orang berpindah agama menjadi Kristen, tetapi sentuhan cinta-kasih secara nyata dan membahagiakan siapa pun, terlebih yang miskin, sehingga mereka merasakan sejahtera, merasa diberkati Allah.