TOLERANSI


Di Kamus Besar Bahasa Indonesia kata toleransi dijelaskan sebagai berikut: bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.

Dalam hubungan antar agama toleransi itu diberi contoh gedung gereja dan masjid yang berdekatan bahkan berhimpit. Masjid yang berdekatan bahkan berhimpit dengan gereja itu sebagai petunjuk bahwa umat Kristen dan umat Islam saling menenggang. Semua pihak selalu menyebut toleransi sebagai sikap yang patut dijalani, terlebih dalam hubungan antar umat beragama. Akan tetapi benarkah begitu?

Tentang masjid dan gereja yang berdekatan bahkan berhimpit ada yang berkomentar  "mana yang lebih dulu berdiri? Mungkinkah masjid dibangun lebih dahulu? Gereja dulu to? Masjidnya yang didirikan dekat gereja bahkan dihimpitkan."  Orang lain lagi berkomentar "hubungan mayoritas-minoritas itu di mana pun selalu sama, si mayoritas cenderung arogan. Di NTT orang juga dipersulit mendirikan masjid."  

Yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia bahkan umat manusia di seluruh dunia bukan toleransi, bukan menenggang, menghormati dan membiarkan.  Bangsa Indonesia ini mempunyai Pancasila. Sila kedua dari Pancasila adalah kemanusiaan yang adil dan beradab. Yang kita butuhkan dalam hubungan antar umat beragama bukan toleransi, bukan menenggang, menghargai dan membiarkan tetapi berperikemanusiaan yang adil dan beradab. Bersikap dan bertindak memperlakukan orang lain sebagai manusia yang harkat dan martabatnya persis dengan diri saya. Saya bukan hanya menenggang, menghormati dan membiarkan orang lain, tetapi memperlakukan orang lain persis dengan diri saya. Kalau saya membutuhkan tempat ibadah maka orang lain juga. Saya bukan hanya membiarkan orang lain mempunyai tempat ibadah, tetapi saya membantu, mendukung, dan ikut berjuang agar orang lain memiliki tempat ibadahnya. Bahkan saya bersedia membelanya, sehingga kalau ia menghadapi hambatan, tantangan atau penentangan dalam membangun tempat ibadah saya bersedia dan berani bersama dengannya melakukan perlawanan terhadap semua itu dengan segala resiko dan konsekuensinya.  Kesediaan dan keberanian (alm) Gus Dur dalam membela umat Kong Hu Chu adalah contohnya. Yang dilakukan oleh (alm) Gus Dur bukan toleransi tetapi kemanusiaan yang adil dan beradab.

Ada orang yang menggunakan sebuan atau istilah toleransi aktif. Yang dimaksudkan adalah bukan sekedar toleransi yang bermakna menenggang melainkan secara aktif membantu, mendukung bahkan membela orang lain agar hak-hak orang lain juga terpenuhi. Dalam makna yang demikian istilah toleransi patut digunakan. Toleransi mesti dimaknai bukan sekedar menenggang, menghormati dan membiarkan tetapi memperlakukan orang lain persis seperti diri sendiri, sehingga hak-hak orang lain juga terpenuhi.

Mana yang benar dan baik:
1.      Hormatilah orang yang berpuasa, atau
2.      Hormatilah orang yang tidak berpuasa

Orang yang berpikir jernih dan mendalam akan memilih: hormatilah orang lain (tanpa embel-embel berpuasa atau tidak berpuasa).

Yang dibutuhkan oleh bangsa ini bukan menghormati orang yang berpuasa, atau menghormati orang yang tidak berpuasa, melainkan menghormati semua orang siapa pun juga, berpuasa atau tidak berpuasa, berjabatan atau tidak berjabatan, beragama atau tidak beragama.


Ki Atma