Suara Netizen, Suara Tuhan??



Setelah secara masif mengabarkan tentang rasia warung makan milik seorang ibu oleh satpol pp di Serang, netizen pun menang telak! Berita Copa Amerika dan Piala Eropa pun kalah greget daripada kemenangan telak netizen ini. Bukan kali ini saja netizen menunjukkan tajinya. Kemenangan Jokowi sebagai Presiden adalah mahakarya netizen. Undurnya Setnov dari kursi ketua DPR adalah hasil iseng netizen. Bukan hanya menghasilkan karya-karya fenomenal, netizen pun menentukan tokoh protagonis dan antagonis dalam kehidupan ini. Siapa yang jadi lakon dan siapa yang jadi monster, netizenlah penentunya. Jokowi, Ahok, Susi, Risma, Ridwan Kamil, KPK adalah tokoh jagoan yang dimunculkan netizen. Di sisi yang lain, agar kelihatan seru, diciptakannyalah para monster sebagai musuh sang lakon. Mereka adalah Haji Lulung, Setnov, Fadli Zon, Ahmad Dhani, Ratna Sarumpet, Bang Rhoma, hingga SBY... merekalah tokoh-tokoh yang ditetapkan sebagai monster oleh para netizen.

Ini sudah gila! Siapa itu netizen? Apa itu netizen? Tidak bisa dijelaskan siapa atau apa itu netizen. Netizen itu tak berwujud! Netizen itu mungkin adalah ruh! Siapkah yang menciptakan tokoh netizen ini? Nalar manusia sangatlah terbatas untuk menjangkaunya. Tiba-tiba saja netizen itu ada... tiba-tiba suaranya bergemuruh mengguncang jagad nyata. Tiba-tiba netizen memilah dan memilih siapa yang benar dan siapa yang salah.


Netizen muncul ketika ketidakadilan itu muncul. Netizen muncul sebagai terang di antara yang gelap. Saat ini mungkin saja suara netizen itu suaranya Tuhan. Suaranya begitu merdu menyentuh telinga kita layaknya suara adzan waktu magrib. Begitu suci, begitu sakral. Lalu kapankah netizen ini kalah dan oleh siapa ia dikalahkan? Netizen sepertinya hanya kalah ketika Tuhan sudah jenuh mengejawantah dalam dirinya. Saat itulah netizen menjadi garing dan menjadi bahan olok-olok sosok baru yang lebih bersahaja darinya – entah apa itu namanya. (dpp)