Pancasila & Mitos



Apa jadinya bila kita biarkan Pancasila lahir dari sebuah mitos?

Pertama. Kita akan kehilangan latar belakang sejarah yg penting, bahwa setiap butir atau silanya lahir dari suatu proses. Proses yg panjang. Setiap sila, setiap butir menyimpan sejarah panjang, bukan sejarah peradaban di Indonesia tapi sejarah panjang peradaban dunia. Pancasila adalah warisan peradaban dunia. Itu yg hilang & tidak ada di pelajaran PMP maupun P4.

Kedua & seterusnya. Pancasila tidak digali dari bumi Indonesia. Itu jelas. Pancasila adalah warisan besar sejarah dunia. Nasionalisme tidak muncul dlm semalam. Nasionalisme muncul ketika bangsa-bangsa di Eropa menyadari identitasnya, bahwa mereka bukan lagi bagian tahta suci kerajaan Roma. Reformasi 1517 turut berperan membentuk ikatan nasionalisme sejumlah bangsa. Bangsa-bangsa yg dibentuk oleh identitas primordialnya. Sosialisme tidak muncul di Indonesia, sosialisme muncul di Eropa ketika rakyat menjadi korban eksploitasi ekonomi yg hanya melihat laba sbg satu-satunya cara pandang. Demokrasi jelas lahir di Yunani & diasah lewat eksperimen panjang, dimana kejadian di Perancis hanya salah satunya. Internasionalisme muncul ketika Marx memandang bhw negara-negara justru menjadi organisasi penghisapan ekonomi yg legal & berkuasa. Pasca perang dunia I, jatuhnya kekaisaran Ottoman, negara-negara merdeka sebagian tak lebih bentuk baru imperialisme & menjadi alat penghisapan ekonomi melalui perpanjangan kolonialisme. Bung Karno menolak neo kolonialisme & imperialisme ini. Lengkap sudah. Empat sila tidak lahir di bumi pertiwi. Tidak lahir dari keris Mpu Gandring, tidak lahir dari Darmawangsa Teguh sekalipun.

Dari semua sila, hanya sila pertama yg lahir di bawah pohon rindang. Tanpa mengurangi hormat pada pengakuan Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila pertama adalah satu-satunya sila yg bersifat eksperimen dan bukan menjadi pergumulan bangsa-bangsa. Sejarah justru mencatat pergumulan & pergolakan besar narasi sejarah versi agama. Narasi yg kerap dipolitisir utk kepentingan segelintir politikus.

Selamat hari lahir Pancasila. Pancasila sebagai warisan dunia.

Handaka BM