Mengais Tawa di Tengah Bencana

foto hasil bidikan mas Idris, salah satu relawan bencana rob Pekalongan
Anak-anak dan bencana. Dapatkah keduanya berkawan? Anak-anak memang insan yang paling mudah berkawan dengan apapun. Termasuk dengan kenyataan paling pahit. Sebut saja bencana.

Bencana rob yang melanda Pekalongan menyuguhkan adegan-adegan menarik perihal tingkah anak-anak. Di tengah kepungan dan kubangan air rob yang kotor itu, masih saja banyak anak yang bercengkerama bersama banyak teman sambil mandi bareng. Ya, terjun dan berenang di beberapa kolang-kolang (selokan) yang dilimpahi air rob. Tak jarang, di dalamnya juga berkeriapan ular-ular liar. Menariknya, keceriaan mereka tak beda dengan ketika mereka berenang dan mandi di air yang jernih. Air, bagi anak-anak, adalah sahabat. Tempat sekaligus teman bermain. 

Demikianlah wajah-wajah ceria masih saja menghiasi rumah-rumah kumuh yang beberapa minggu ini terendam air rob. Sementara wajah-wajah orang tua lebih didominasi semburat kelabu karena bencana yang tak kunjung surut. Tak jarang, kemarahan dilampiaskan sekenanya. Siapakah korban pelampiasan kemarahan itu pada akhirnya? Keluarga! Termasuk anak-anak. Bencana, bagi mereka, adalah orang tua yang tak lagi ceria. Keluarga yang sedingin luapan air sungai dan pesisir Laut Jawa.

Bencana jelas memakan korban. Korban yang paling kasihan adalah para anak. Banyak di antara mereka yang kehilangan keceriaan, meski untuk sementara. Tanah lapang, jalanan, kebun, bahkan rumah mereka sendiri tak lagi leluasa mereka jelajahi. Apa jadinya jika anak-anak kehilangan kesempatan bermain? Tentu saja keprihatinan. Salut kepada para relawan yang tak kenal lelah mengupayakan bantuan bagi mereka.


Namun anak-anak adalah ciptaan yang senantiasa ajaib. Dalam sekejap dan dengan ajaib pula, mereka selalu saja menemukan cara untuk bermain. Mereka selalu saja bisa mengais keceriaan di sudut-sudut sepi yang bagi banyak orang menjadi tragedi. Kita, para orang tua, musti belajar dari anak-anak soal yang satu itu: menemukan keceriaan dalam hal-hal sederhana, bahkan dalam bencana.

_argo