kaget



Hidup ini penuh dengan rasa kaget. Baik itu kaget yang berskala kecil, hingga kaget yang mengguncang jiwa kita. Dua minggu yang lalu istri saya mendapatkan arisan. Kami kaget! Benar-benar kaget. Istri dua hari lagi merencanakan mudik, sedangkan tidak ada “uang saku” kecuali uang yang dipersiapkan untuk transport. Benar-benar kok pas.... Pas butuh dhuwit, pas dapat arisan....

Ini hanya contoh sederhana saja. Masih banyak lagi kaget yang skalanya lebih besar. Seperti apa yang ada dalam bacaan leksionari Minggu ini. Dua orang janda kaget menjumpai jalan hidupnya yang benar-benar tidak disangka. Yang satu dari Sarfat, yang satunya dari Nain. Keduanya sama-sama menjumpai anak satu-satunya mati. Kematian adalah sesuatu yang mengejutkan. Apalagi yang mati adalah mereka yang masih sangat muda seperti apa yang dialami dua orang anak janda tersebut. Sungguh, ini adalah kaget skala super dalam kehidupan mereka. Kaget yang tentu saja berdampak tekanan yang berat yang bisa mengakibatkan depresi. Dan ternyata keterkejutan itu belumlah usai. Ketika janda Sarfat berjumpa dengan Elia dan janda Nain berjumpa Yesus, rasa kaget mereka justru bertambah parah! Berlipat-lipat ganda rasa kaget yang mereka rasakan. Tanpa mereka minta, tiba-tiba saja.... anak mereka kembali bernafas dan hidup kembali!! Sama sekali mereka tidak menduga akan terjadi kebangkitan dari kematian. Bahkan janda dari Nain telah bersiap untuk memakamkan anaknya. Hidup memang benar-benar mengagetkan.


Meskipun demikian petuah Jawa mengingatkan kita, “aja kagetan, aja gumunan, aja dumeh...” Kaget boleh saja. Gumun boleh saja. Tapi jangan sampai kagetan dan gumunan. Semua itu pasti ada yang mengatur. Peristiwa-peristiwa yang mengagetkan itu hendaklah menyadarkan kita akan siapa yang mengatur kehidupan ini. Dan satu lagi : aja dumeh! Ketika menang lotre, ketika mendapat arisan, ketika meraih kemenangan, ketika mendapatkan pekerjaan, ketika pernyataan cinta kita diterima... aja dumeh! Jangan sombong! Bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi kita jelang adalah waktu yang tepat untuk bersama-sama merenungkan kehidupan. Kita akan banyak dibuat kaget oleh mercon-mercon yang disulut menjelang sahur atau setelah berbuka. Dorr!!! Dorr!!! Dorr!!! Bolehlah kita kaget. Tapi jangan menjadi kagetan! (dpp)