harapan di tempat orang susah



saya barusan pulang dari rumah sakit deket rumah: hardjolukito, janti.
rumah sakit pusat milik angkatan udara ini punya beberapa pintu untuk mengakses.

ketika hendak pulang karena urusan dengan rontgen rampung, saya berpapasan dengan orang yang berjalan dengan terseok-seok masuk. seperti gejala strook atau memang sudah strook, saya kurang tahu pasti.
yang jelas, dia salah masuk pintu. harusnya masuk pintu depan agar bisa langsung ketemu bagian pendaftaran, dia masuk pintu ke bagian radiologi.

"ajeng mresakke", katanya
sesederhana itu keterangan yang ia berikan kepada sesama pasien di radiologi di dekat pintu tadi. pasien yang ditemuinya pun tanggap dan membawanya ke petugas terdekat.

bapak tadi rupanya tidak tahu, bahwa untuk dilayani sebagai warga negara, ia harus menyiapkan banyak hal. tidak sesederhana yang pak presiden katakan di tivi. meski sudah jauh lebih baik pelayanan birokrasi, tapi belum semua bisa lepas dari beban fotokopi ini dan itu.
prosedur itu tidak diketahui bapak tadi.

"sing ndherekke sinten wau?"
"lare kula", jawabnya.

maka kepada si anak yang sedari tadi hanya berani nungguin sepeda motor itu pun petugas tadi menerangkan apa saja yang harus disiapkan untuk pelayanan kesehatan bapaknya. dan si anak mengerti, prosedur yang tidak sederhana tadi. 
besok akan kembali katanya.

"mboten prelu ngenjing. ngasta KTP mboten?"
"mbekta"
"nggih ngga, kula dherekke teng pendaftaran."

sampek di sini saya terharu. dan sebelum semakin menjauh, saya ambil foto mereka.

rasanya, indonesia akan semakin baik!
semakin peduli pada warganya.

--
anto