haduh.... aku di-follow


saya meminjam baca buku ini dari iJAK, aplikasi yang lahir di era gubernur ahok, agar masyarakat bisa membaca buku [ebooks] dengan mudah.

dan saya pun membaca kumpulan puisi ini dari hape. alat dan lokasi yang semula menjadi tempat persemaian puisi-puisi jokpin ini.

rangkaian kata-kata terpilih -yakni puisi- bisa lahir di mana-mana, termasuk di hape, yang dulu hanya bisa untuk mendengar dan bicara itu. ia kini bisa untuk membaca dan menulis.

buku ini bila hanya dibaca puisinya, sama seperti membaca twitter belaka.
gak ada bedanya. tapi buku ini dibikin beda.
ia dibedakan dengan menghadirkan puisi-puisi tadi dengan ilustrasi rio tupai yang bukan main kerennya! 

jadilah buku ini memang buku,
bukan pindahan ocehan jokpin di twitter.

dan buku ini juga bukan sekadar buku sebagaimana lazimnya ia disebut begitu,
sebab isinya begitu beragam, nyaris tak terstruktur.
mirip seperti ocehan di twitter sendiri: ada tentang celana, tentang cinta, tentang ibu, insomnia...dan macem-macem lagi.

buku ini memang buku, tapi juga wajah visual dari ocehan di twitter!
ringkasnya begtu.

sedangkan tentang isi puisinya sendiri?
percayalah,
jokpin ahlinya dalam memunculkan kata dan untaiannya dalam keadaan sebagus-bagusnya!