WIBISANA DAN GOLKAR

Wibisana menyeberang, bergabung dengan prajurit prabu Rama Wijaya, melawan raja angkara murka, Rahwana yang adalah kakaknya sendiri. Bagaimana dengan  Golkar yang menyeberang dan bergabung dengan pemerintah Jokowi?

 

Perang antara Ayodya yang dibantu Pancawati dengan bala tentara kera melawan Alengka tidak bisa dihindari sebab Rahwana ngotot untuk menyekap Sinta dan memaksanya menjadi isterinya. Rama Wijaya tentu saja tidak rela isterinya  direbut Rahwana secara licik, yaitu diculik dan akan dirudapaksa sebagai isterinya. Rahwana memang raja yang angkara murka, tamak, rakus, tidak bermoral, tidak beretika. Ia adalah penjelmaan iblis. Sebenarnya Kumbakarna, adik Rahwana, sudah mengingatkan agar kakaknya mengembalikan Sinta kepada Rama Wijaya. Menculik isteri orang lain dan ingin menggagahi untuk diperisteri itu tindakan yang sama sekali tidak benar. Akan tetapi Rahwana justru menanggapi saran baik adiknya itu dengan mengumpat-umpati Kumbakarna sebagai adik yang hanya mau menikmati hidup enak di Alengka tetapi tidak mau memberikan sumbangan bagi Negara meskipun hanya sedikit saja. Kumbakarna hanyalah raksasa yang sudah makan dan tidur. Mendengar umpatan demikian itu, Kumbakarna marah lalu memuntahkan dari dalam perutnya, makanan yang telah ditelannya di depan Rahwana. Ia lalu pulang ke Panglebur gangsa, istananya dan tidur mendengkur.

 

Meskipun tahu nasihat Kumbakarna ditolak mentah-mentah oleh Rahwana, tetapi Wibisana memberanikan diri menyampaikan nasihat yang sama dengan Kumbakarna. Wibisana adalah adik Rahwana yang paling cakep wajahnya. Berbeda dengan kakak-kakaknya yang berujud raksasa, Wibisana itu berwajah tampan ksatria. Ia sangat dicintai oleh kakak-kakaknya. Dengan pilihan kata yang sebijaksana mungkin Wibisana mengulang nasihat Kumbakarna agar Rahwana menyerahkan kembali Sinta kepada Rama Wijaya. Mendengar nasihat itu kemarahan Rahwana membara kembali. Ia umpat adiknya itu dengan kata-kata kasar dan bahkan dengan geram ia menyuruh Wibisana untuk minggat dari Alengka. Maka tanpa diperintah dua kali Wibisana segera berlari meninggalkan Alengka lalu menghadap Rama Wijaya dan menyatakan dirinya bergabung dengan prajurit Ayodya untuk melawan Alengka.

 

==***==

 

Sejak Setyo Novanto terpilih sebagai Ketua Umum Golkar, ia menyatakan Golkar mendukung Jokowi, bahkan dalam pemilihan presiden 2019 nanti pun, Golkar akan mendukung Jokowi. Peristiwa politik Golkar menyeberang ke pemerintahan Jokowi tentu tidak dapat dibandingkan dengan Wibisana menyeberang ke Rama Wijaya. Dalam peristiwa politik Wibisana menyeberang ke Rama Wijaya, yang dibela oleh Wibisana adalah kebenaran, aklak, keutamaan hidup atau budi luhur. Sedang dalam hal Golkar menyeberang ke pemerintahan Jokowi itu adalah manuver politik. Sebagaimana ungkapan bahwa "dalam politik itu tidak ada musuh maupun kawan yang abadi sebab yang abadi adalah kepentingan." Golkar yang makin lama kelihatan (dirasa) makin terpuruk harus mencari jalan atau cara untuk bangkit kembali sebagai partai yang diminati masyarakat. Cara yang dipilih Setyo Novanto adalah mendukung Jokowi. Apakah ini pilihan tepat? Mari dilihat nantinya bagaimana-bagaimana

 

Ki Atma