tri ratnaningsih

Tri Ratnaningsih yang beta maksud di sini bukan nama orang. Sekalipun kalau menjadi nama diri menurut beta juga bermakna magis.


Tri berarti tiga. Ratna artinya batu mulia, permata atau mustika yang bernilai sangat tinggi. Ningsih memiliki arti khusus tinggal atau berada dalam naungan kasih Tuhan. Tri ratnaningsih tidak lain merupakan tiga perlindungan dalam iman kristiani yang nilainya tiada tara. Apa saja tiga perlindungan itu?


1. Beta berlindung kepada Allah Tritunggal Mahakudus.


Sebagai orang Kristen, beta diajarkan tentang pengertian Allah Tritunggal. Sebuah paham yang tidak mudah dimengerti dalam tataran akal budi layaknya misteri. Allah adalah Bapa dan Anak dan Roh Kudus.


Allah adalah esa. Yang Esa itu disebut juga Yang Tunggal. Ke-tunggal-an atau ke-esa-an di sini menunjuk pada sifat dan bukan angka bilangan. Keesaan Bapa dan Anak dan Roh Kudus begitu jelas dalam ketunggalan cinta kasih-Nya, maka disebut Tritunggal. Tiga manifestasi cinta yang kekal dan tunggal di dalam karya.


Tiga manifestasi itu eksistensinya tidak terpisah sekaligus tidak tercampur. Ketiganya selalu ada bersama dan tak pernah bereksistensi secara terpisah. Jelaslah sudah bahwa paham Tritunggal itu berbeda dengan paham Triteisme.


Sebabnya, Allah Tritunggal memiliki makna trinitaris. Saling resap secara tetap sekaligus saling mengandaikan dalam keabadian. Dalam bahasa Yunani disebut perikhoresis. Menurut Leonardo Boff, istilah Yunani tersebut merupakan kekhasan teologi abad keenam ketika menjelaskan misteri Allah Tritunggal.
Ketika beta berlindung pada Allah Tritunggal Mahakudus berarti sedang menyerahkan hidup ini dalam pengasihan-Nya yang kekal.


[Bagi pembaca hana.web.id, beta sebagai orang GKJ mohon maaf. Karena dalam menjelaskan Alah Tritunggal tidak merujuk PPA GKJ yang menjelaskan berdasarkan pemikiran Yoakim dari Fiore. Tritunggal sebagai tiga tahap dalam sejarah manusia. Sebagai informasi, ajaran ini sudah ditolak oleh Konsili Lateran IV. Lha kok malah dihidupkan lagi dalam PPA GKJ? Maaf lagi kalo beta kepo ya...]


2. Beta berlindung kepada Jalan Kristus.


Berlindung kepada Jalan Kristus memiliki makna mengikuti jejak Kristus di dunia. Thomas á Kempis menjelaskan perihal mengikuti jejak Kristus dengan mengutip Injil Yohanes 8:12. "Barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan."


Sabda Kristus tersebut menasihati supaya kita meniru hidup dan ketekunan-Nya, bila kita sungguh-sungguh ingin mendapat terang dan ingin dibebaskan dari segala kebutaan hati. Artinya, beta perlu mengutamakan dan mencurahkan perhatian untuk merenungkan jalan dan kehidupan Kristus.


Banyak nasihat beta terima dari Thomas á Kempis perihal mengikuti jejak Kristus sebagai perlindungan beta. Bila ingin memahami sedalam-dalamnya dan menikmati sepenuhnya kata-kata Kristus, beta harus berusaha menyesuaikan hidup dengan hidup Kristus. Mengalami cinta kasih Allah dan mengabdi hanya kepada-Nya menjadi keutamaan hidup.


"Kesia-siaanlah, mengharapkan umur panjang, tetapi hanya sedikit mengindahkan hidup baik. Kesia-sianlah, mencintai segala yang lewat dengan cepat dan tiada mengejar kebahagiaan yang kekal... Maka, hendaklah kita berusaha mengelakkan hati kita dari cinta akan yang kelihatan dan mengarahkannya kepada apa yang tidak tampak. Karena barangsiapa menuruti kenikmatan nafsu rasa, akan menodai hatinya dan kehilangan rahmat Allah."


Jalan Kristus menuntun beta sampai pada kenyataan dan kesadaran diri perihal ketidaklayakan dan ketidakpantasan beta di hadapan-Nya.


"Lihatlah, kini aku berdiri di hadapan-Mu, papa dan tidak berpakaian; berdoa mohon rahmat dan belas kasihan-Mu. Segarkanlah pengemis-Mu yang lapar ini, hangatkanlah kedinginanku dengan api cinta kasih-Mu; buatlah supaya aku dapat melihat pula kedatangan-Mu yang memberi terang... Arahkanlah hatiku kepada-Mu di dalam surga dan hendaknya jangan membiarkan aku merana berkelana di atas dunia."


Pada titik yang sama ini, beta pun merasakan betapa cinta Kristus justru merangkul beta. Itulah mengapa bagi beta berlindung pada jalan Kristus merupakan hal yang tidak bisa ditawar. Jalan Kristus adalah jalan pemaknaan diri karena dicintai dan ditebus sekaligus jalan untuk merayakan kehidupan yang diselamatkan. Dengan berlindung pada jalan Kristus berarti beta menemukan makna diri lagi untuk berkarya dan merayakan kasih Allah yang menyelamatkan.


3. Beta berlindung kepada persekutuan orang-orang kudus.


Persekutuan orang-orang kudus adalah Gereja sebagai kehidupan bersama religius. Baik mereka yang masih berziarah di dunia ini maupun yang sudah mendapatkan peristirahatan kekal.


Kepada Gereja, Tuhan Yesus menganugerahkan sakramen sebagai tanda kasih Allah yang kelihatan dari anugerah Allah yang tidak tampak. Berkat sakramen, peziarahan hidup beta di dunia ini mendapatkan kepastiannya. Hal ini nyata melalui para teladan iman, para pendahulu, Bapa-bapa Gereja yang telah diperkenan tinggal dalam peristirahatan abadi.


Selain itu, ketika bertemu dengan saudara-saudari seiman yang lebih maju dalam kebaktian hidup dan laku spiritual, beta pun mendapatkan energi dan semangat baru. Kesalehan mereka tidak hanya menginspirasi tetapi sering memberi orientasi baru dalam memaknai hidup ini.


Demikianlah arti perlindungan tri ratnaningsih yang selalu terucap tiap kali beta mempersembahkan panca tantra acintyabhakti dengan meditasi vipassana. |seti