the devil's cup

"the imams complained their mosques were empty while the coffee houses were always full
[p.49]

okelah,
buku ini mengambil bentuk reportase perjalanan penulis melacak balik perjalanan kopi dalam sejarah dunia, sejak ia dikenal orang.
ia memulainya dari ethiopia. tidak saja karena di situlah berawal legenda si penggembala kambing -kaldi- yang heran melihat tingkah kambing-kambingnya setelah mengunyah daun dan biji kopi, namun di situ jugalah kopi punya peran sosial di dunia sekitar timur tengah hingga eropa.

dari ethiopia, penulis berangkat ke yemen.
ke kota sana'a dan al makkha. tempat kopi dikenal oleh dunia sebagai mokka. tempat di mana kopi juga mendapatkan 'saudara perempuan'nya yang berupa daun-daun qat yang memabokkan.
perjalanan ini dibuat dengan mengambil 'titik nol'nya di ethiopia, kemudian menjalar ke yemen dan dari sana dengan bersentuhan dengan perkembangan islam minuman yang pernah dilarang di kalangan muslim ini justru menyebar dan diidentikkan dengan minuman mereka.
"bila beer itu identik dengan eropa, maka kopi identik dengan islam.
penulis mengandalkan bacaan-bacaan lain untuk mengurutkan timeline perjalanan kopi ini. lalu dari situ ia melakukan perjalanan, mengurutkan dari masa lalu yang legendaris [ethiopia] sampai ke masa kita di kafe-kafe starbuck dan sebagainya.
cara menulisnya lucu. menyenangkan bacanya. dan saya kira, itu penting untuk mengisahkan riwayat sosial minuman ini.
menyenangkan mengetahui keragaman jenisnya, keragaman cara membuat dan menikmatinya, serta yang mau ditonjolkan oleh buku ini: peran-peran kopi dalam politik, perdagangan, kebudayaan hingga kepercayaan.

siip dah!