SENGKUNI

Pak Jokowi, tetap awas, tetap waspada ya pak, Sengkuni lo!!!

 

Benarkah ada suratan takdir dan garis nasib? Atau yang terjadi di alam dunia ini sebenarnya merupakan akibat dari pilihan keputusan manusia? Benarkah perang Baratha yuda harus terjadi karena sudah dirancang dewa dan tidak dapat dibatalkan? Atau itu karena kesalahan pilihan keputusan politik Duryudana?

 

Andaikata ketika Sri Kresna, sebagai duta Pandawa, menawarkan perdamaian dengan perjanjian Negara Hastina dibagi dua sama besar dan separo untuk Kurawa, sedang separo untuk Pandawa itu diterima perang Baratha yuda tidak terjadi. Para penasihat luhur pun memberikan saran agar Duryudana menghindari perang besar itu. Resi Bisma, Prabu Salya yang juga mertua Duryudana memberikan nasihat untuk menyerahkan Hastina kepada Pandawa, pewaris sesungguhnya Negara Hastina pura. Akan tetapi Duryudana lebih menyetujui nasihat Sengkuni, pamannya. Hastina harus dikukuhi hingga mati. Menurut perhitungan wajar, Kurawa akan menang dan Pandawa yang jumlahnya hanya lima itu akan musnah dihajar keseratus Kurawa. Lagipula, di pihak Kurawa sekarang ada Bisma yang sakti, juga ada Prabu Salya yang sulit mati sebab memiliki ajian Sasra birawa. Apa yang harus ditakuti dari Pandawa? Nasihat yang kelihatannya masuk akal, tetapi sesungguhnya menjerumuskan. Pada akhirnya terbuktikan, Pandawa menang dan Kurawa hancur lebur. Keputusan politik Duryudana terbukti salah, karena menurutkan nasihat Sengkuni.

 

==***==

 

Pak Jokowi, tetap awas, tetap waspada ya pak, Sengkuni lo!!!

Dukungan bahkan bergabungnya Golkar ke Jokowi menambah jumlah mereka yang mengelilingi Jokowi. Ada banyak orang baik, tetapi juga ada banyak orang tidak baik. Mereka akan memberikan nasihat langsung atau tidak langsung, diminta atau tidak diminta kepada Jokowi dalam menentukan kebijakan pemerintahan. Akankah Jokowi memperhatikan nasihat bijak dan tepat bagi penentuan kebijakan membangun Negara ini menjadi tata, titi, tentrem, gemah, ripah, loh jinawi, subur apa pun yang ditanam, murah apa pun yang dibeli, atau tergelincir menurutkan nasihat jahat Sengkuni sehingga Negara ini makin terpuruk dan akhirnya ambruk. Perjalanan masih harus ditempuh, dan semoga perjalanan ini sungguh menghantar ke Negara idaman itu.

 

Ki Atma