Panca Tantra Acintyabhakti

Panca berarti lima. Tantra artinya elemen dasar. Elemen dasar yang menghantar manusia dari suatu keadaan tidak sempurna menjadi sempurna, dari keadaan kasar menjadi halus, dari kemelekatan menjadi terbebaskan.

Acintya bermakna tidak terjangkau pikiran atau semacam cinta rohani. Bhakti sendiri berarti kebaktian atau pernyataan hormat. Panca tantra acintyabhakti merupakan lima elemen dasar dalam rangka puja dan bhakti kepada Tuhan sebagai ungkapan cinta mendalam hingga tidak terjangkau pikiran.

Apa saja kelima elemen dasar dalam rangka acintyabhakti ini?

Kelima elemen dasar tersebut adalah sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa, sembah rasa dan sembah karsa. Kelima sikap sembah tersebut bisa disebut panca sembah. Dengan memerhatikan makna mendalam dari kelima sikap sembah maka saya suka menyebutnya dengan panca tantra acintyabhakti.

Tantra sembah raga adalah bentuk kesiapan kebaktian yang bersifat lahiriah. Disebut juga sebagai kesiapan panca indera untuk memantas diri dalam rangka bersembah bhakti.

Tantra sembah cipta merupakan olah budi dengan tujuan mencapai keheningan cipta. Cipta yang wening akan nampak dalam kesadaran diri bahwa saat sekarang adalah sungguh saat keramat untuk beribadat seperti malaikat.

Tantra sembah jiwa adalah elemen sembah kepada Allah dengan mengutamakan peran jiwa. Kalau dalam tantra sembah cipta mengutamakan peran budi, tantra sembah jiwa melangkah lebih jauh lagi. Hati terdalam yakni rohnya digunakan dalam menyembah Allah. Sikap demikian dipandang pantas untuk menerima santapan bagi jiwa, Sabda Allah yang kekal.

Setelah jiwa dikenyangkan oleh Sabda, manusia diharapkan mampu merasakan keprihatinan maupun kegembiraan Allah terhadap dunia ciptaan-Nya. Jiwa yang kenyang akan Sabda menjadi siap untuk menghayati tantra sembah rasa. Cita rasa ilahi dicecap oleh indra manusiawi yang membuat segi kemanusiaan siap untuk diberkati dan diutus, sedia berpartisipasi mengerjakan karsa Hyang Ilahi. Di sinilah konsep manunggaling kawula-Gusti menjadi operatif.

Setelah melewati tantra sembah rasa, penyembah Allah dalam roh dan kebenaran pun siap untuk memasuki tantra sembah karsa. Inilah giliran mempersembahkan karsa manusiawi sebagai liturgi dalam kehidupan sehari-hari. Tantra sembah karsa mengutamakan penyelarasan dengan kehendak Ilahi. Maneges kersaning Widhi adalah virtue tertinggi dalam tantra ini demi menjadi caraka atau duta wacana.

Maka dari itu, pemeriksaan batin dalam puja mantra catur sandhya menjadi relevan. Dengan cara ini diharapkan kemampuan menegaskan kehadiran Roh Allah dalam kehidupan sehari-hari pun berkembang.

Setelah memerhatikan ritus panca tantra acintyabhakti di atas, harapan tunggalnya adalah demi kebaktian manusia mencapai pemahaman terdalam akan hakikat Allah yang maha kasih. Bagaimanapun kasih Allah harus selalu dirayakan, diwartakan dan dirasakan dalam kesendirian nan sunyi maupun kebersamaan dengan semesta raya.

Dengan demikian apa yang sering dikatakan orang sebagai manunggaling kawula-Gusti sungguh menjadi pengalaman hidup orang beriman. Panca tantra acintyabhakti adalah sarana menuju ke sana. |seti

《ilustrasi: http://shio12.blogspot.co.id/2014/11/lima-elemen-china-wu-xing_3.html?m=1》