Kala Cinta Membaca


Semalam ada acara Mata Najwa. Temanya "Tidak Sekedar Membaca." Wow, ada makna magis rupanya yang hendak ditawarkan Najwa lewat gelaran talk-show-nya. Dan, memang itu benar adanya.


Orang-orang yang diundang untuk diajak berbincang adalah sosok-sosok luar biasa. Cinta pada buku dan begitu gila membaca. Saking cintanya pada buku, buku-buku itu hingga dinaikkan perahu. Ada juga yang dipanggul hingga dinaikkan kuda yang bernama Luna.


Jadilah perpustakaan perahu, perpustakaan panggul hingga kuda pustaka. Semua ingin menceritakan makna magis dari keberadaan buku-buku itu. Ya, buku adalah jendela dunia. Bangsa yang maju selalu ditentukan sejauhmana warga bangsa cinta membaca.


Memang, aktivitas membaca identik dengan kesunyian. Di situ pula sebenarnya letak kesucian olah dan krida baca. Namun ada hal yang tak boleh dilupa. Memasuki kesunyian bukan tujuan akhir orang-orang yang cinta membaca.


Tujuan membaca selalu untuk kemanusiaan dan peradaban. Karena membaca adalah media demi bertemunya banyak wicara yang  bermakna. Ide dan gagasan bertemu dalam kemesraan, pikiran dan angan merenda masa depan bersama. Itulah kekuatan membaca, yang digerakkan oleh cinta.


Kini menjadi nyata, betapa dalam membaca ada energi cinta. Energi yang mampu merayu sang kala untuk turut membaca. Ada apa kala cinta membaca?


Kala cinta membaca, jadilah sosok yoga literer. Sosok yang menghargai waktu dengan membaca.  Sosok yang rajin mendalami makna dan kandungan kata. Sosok yang nantinya diperkenan untuk berwawansabda dengan Sang Sabda yang menjelma melampaui aksara. |seti