Film Tinju Penuh Roman

Apalah arti kesuksesan ketika di saat yang sama keluarga kita goyah dan ikatan persaudaraan kita retak?

Meskipun mengisahkan tentang perjalanan seorang petinju, tetapi film ini tidak berfokus kepada perjuangan di ring tinju. Film ini justru menyoroti keluarga dari Jake La Motte, seorang petinju kelas menengah besama dengan adiknya, Joey La Motte sebagai pelatih. Keduanya bekerja sama membangun kesuksesan melalui tinju. Tetapi di balik perjuangan tersebut, ada lika-liku asmara yang dialami oleh Jake. Ia rela meninggalkan isterinya demi mengejar seorang gadis primadona bernama Vikki. Hingga akhirnya menikahlah Jake dengan Vikki. Kecemerlangan karier Jake ternyata tidak berbanding lurus dengan kehidupan keluarga serta hubungannya dengan Joey. Puncak ketegangan hubungan mereka adalah pada saat Jake menuduh Vikki telah berselingkuh dengan Joey. Mereka bertengkar hebat, hingga akhirnya Jake dengan Joey tidak saling bertegur sapa. Saat itu pulalah bagaimana Jake harus bertanding mempertahankan gelarnya. Jake sebenarnya bisa memenangkan pertandingan tersebut, tetapi Jake sengaja untuk kalah. Jake mundur dari dunia tinju di saat berada di puncak karier. Ia telah puas dengan apa yang didapatnya. Ia pun membangun cafe, di mana ia sering kali menghibur pengunjung dengan lawakan-lawakan konyol di atas panggung. Meskipun masalah masih tetap ada, tetapi ia begitu menikmati perannya di saat pensiun sebagai penghibur di panggung stand up comedy.
Perubahan karakter Jake dari seorang yang liar di atas ring sebagai petinju kemudian berubah menjadi seorang komedian yang lebay adalah salah satu kekuatan di film ini. Biasanya film-film bertema olahraga menampilkan alur yang klimaks, di mana sang lakon berjuang mati-matian untuk mendapatkan prestasi tertinggi dan akhirnya ia menjadi juara. Tetapi tidak di film ini. Sang lakon terlihat sudah begitu jenuh dengan kemenangan, dan ia pun malah justru mengalah di puncak kariernya. Kesan yang muncul dari film ini, sang lakon bukanlah jagon tetapi pecundang. Memang betul demikian! Dan inilah yang justru membawa Robert De Niro mengangkat piala Oscar sebagai aktor terbaik tahun 1980. Di samping penokohan Jake yang kuat, pilihan pengangkatan tema keluarga di film ini juga menarik. Konflik keluarga telah ditampilkan dalam film ini sejak di bagian awal film di mana Jake bertengkar hebat dengan istri pertamanya. Demikian pula bagaimana Jake menjalin hubungan dengan Vikki hingga akhirnya mereka dikaruniai anak…. di sinilah Jake bukan ditampilkan sebagai petinju lagi tetapi sebagai seorang suami dan juga ayah. Adegan yang menarik adalah setelah Jake bertengkar hebat dengan Vikki karena dituduh selingkuh, dan Jake memukul Vikki hingga memar, Vikki pun mengemasi barangnya dan akan pergi. Di sinilah Jake yang tadinya beringas berubah menjadi memelas. Akhirnya… luluhlah Vikki… ah, inilah yang membuat kita lupa kalau kita sedang menonton film bertema tinju!
Raging Bull menyiratkan pesan moral, apalah arti kesuksesan ketika di saat yang sama keluarga kita goyah dan ikatan persaudaraan kita retak? Saat itulah seharusnya kita lebih mengutamakan keluarga dan persaudaraan daripada gemerlap karier ataupun jabatan. (dpp)