Wismaningsih

Wisma adalah rumah. Ningsih berarti berada dalam cinta kasih. Wismaningsih adalah rumah di mana cinta kasih dialami, dirasakan dan dirayakan. Dapat tinggal di wismaningsih tentu merupakan dambaan setiap insan.


Gereja disebut juga institusi cinta kasih. Tempat cinta kasih melembaga. Logikanya, Gereja sejatinya bisa menjelma menjadi wismaningsih. Rumah bagi Sang Cinta tinggal dengan nyaman. Bagaimana supaya gambaran tentang wismaningsih ini melekat menjadi identitas Gereja Kristen Jawa  yang menyejarah di bumi Jawa?



Rumah Jawa bila diterangkan oleh sang maha (Mahatmanto) sangatlah sarat makna. Dari latar yang berpagar, pendhapa yang terbuka, hingga adanya ukiran  di dalamnya. Belum lagi ketika elemen rumah Jawa diurai tanpa tercerai dengan eksistensi sumur yang dibangun mengawali tindakan membangun kahyangan. Sebuah penegasan, betapa bagi orang Jawa pencarian tirta sebagai salah satu elemen dasar kehidupan adalah penting.


Nah, ketika elemen rumah Jawa dibahas lengkap dengan aktivitas komunitasnya, banyak hal dapat digali kedalaman maknanya. Misalnya, slametan yang menjadi puncak perayaan kehidupan komunitas Jawa. Dapat dibayangkan, bila eksistensi rumah Jawa dan tradisi yang dihidupi menjadi sarana merefleksikan ulang identitas Gereja Kristen Jawa, alangkah indahnya cerita tentang wismaningsih dengan lawangsih  yang terbuka untuk mempersembahkan padupan kencana.|seti