WATER (Film India - 2005), Air Kehidupan bagi Mereka yang Terpinggirkan





Film ini mengambil latar belakang kehidupan India tahun 80-an yang masih kental sekali warna diskriminasi terkhusus bagi para janda. Janda pada saat itu dianggap sebagai sebuah kutukan dan harus disisihkan dari kehidupan masyarakat. Para janda harus hidup di dalam perkabungan dengan memotong rambut mereka menjadi pendek dan mengenakan kain putih setiap harinya.

Dikisahkan ada sebuah penampungan tempat di mana para janda dikucilkan di tepi sungai Gangga. Mereka hidup bersama dengan penuh kesederhanaan (bahkan kadang kekurangan!). Pada suatu ketika bergabunglah bersama mereka seorang bocah yang sudah menjadi janda dan harus dikucilkan. Bocah itu berjumpa dengan realita yang keras dan harus hidup dengan janda-janda lain yang usianya jauh lebih tua. Berbagai masalah dinamika kehidupan bersama para janda pun mewarnai kisah ini. Ada janda yang melacuran diri melalui germo, dan kisah cinta terlarang karena paradigma masyarakat waktu itu memang menganggap janda tidak layak hidup bersama dengan yang lain.

Film ini berakhir dengan hadirnya Mahatma Gandhi, tokoh revolusi yang singgah di kota tempat penampungan para janda tadi. Bocah janda yang sempat dilacurkan oleh germo akhirnya diikutsertakan rombongan revolusi Gandhi yang bersama-sama meninggalkan kota dengan kereta api.




Pertanyaan mendasar dari film ini adalah, kenapa kok judulnya "Water"? Sepintas memang tidak ada hubungannya dengan alur cerita. Tetapi air adalah simbol yang digunakan untuk mengkritik realita sosial waktu itu. Dari air sungai yang sama, mereka yang tersisih memperoleh kehidupan yang sama pula dengan masyarakat pada umumnya. Dari sungai Gangga tersebut masyarakat dari berbagai kasta memiliki hak untuk mengambil airnya sebagai air minum, mencuci, mandi, dan lain sebagainya. Air mampu menghidupi, menyegarkan, dan menyucikan kehidupan tanpa membeda-bedakan golongan. Tuhan tidak membatasi kasihNya kepada siapapun. Tetapi manusialah yang seringkali membatasi kasihNya bagi sesamanya.



Salam Sinema!!!