Upacara penguburan


Memimpin upacara penguburan itu salah satu tanggung jawab sebagai pendeta. Namun, memimpin upacara penguburan yang dimulai pada pkl. 21.00, ketika suasana gelap dan amukan hujan deras, tanah becek lan licin, masih menyisa, baru pertama kali kujalani malam tadi. Yang sungguh sangat kurasakan adalah kegotong-royongan para tetangga. Yang meninggal itu seseorang yang berasal dari desa tetangga, yang jaraknya 2 km dari rumah duka. Seluruh tetangga datang melayat. Para warga desa asal orang itu menggali kubur bersama-sama. Tetangga yang melayat mengantarkan hingga ke sasana laya. Dalam perjalanan ada percakapan pendek aku dengan cantrik yang memboncengkan aku "warga desa memang rukun-ramah"
"ya, ki, kalau tidak dimasuki ngelmu kasar"
"iya, kalau ada ngelmu kasar, suasana hidup rukun-ramah rusak"
"iya, ki, kalau ada ajaran fanatik, yang membentur-benturkan agama, hubungan bertetangga mesti hancur."
semoga kehidupan rukun-ramah meski berbeda agama, pilihan politik, kemampuan ekonomi, perbedaan budaya, dsb semakin bertumbuh, berkembang

Ki Atma
18042016