touring



Arak-arakan sepeda motor itu bukan hanya ingin menempuh perjalanan jauh dan sampai di suatu tempat tujuan saja. Bukan itu intinya. Kalau hanya masalah perjalanan ke suatu tempat saja setiap hari manusia pun menempuh perjalanan. Tapi arak-arakan sepeda motor itu ingin menunjukkan sebuah gaya hidup yang mereka anut. Mereka adalah komunitas yang menunjukkan eksistensi dalam sebuah kebersamaan. Ada rasa bangga ketika mereka berjalan beriringan. Ada sebuah wibawa yang terbangun di dalam kebersamaan. Beda cerita ketika mereka menempuh perjalanan sendirian. Tak ada yang memperhatikan. Tak ada wibawa.

Dalam arak-arakan tersebut mereka membuat sebuah irama. Kapan jalan pelan, kapan jalan cepat, kapan berhenti, kapan menerabas aturan, dan kapan menghormati  aturan. Satu anggota adalah bagian yang penting dari sebuah tim. Oleh karenanya ketika ada halangan yang dialami seorang anggota, arak-arakan pun menghentikan sejenak perjalanan untuk menunjukkan empati. Yang tergeletak tak ditinggalkannya, yang tersesat pun dicarinya.


Katanya gereja adalah arak-arakan orang percaya. Peziarahan menuju kehidupan baka. Dalam perjalanan tersebut ada proses melangkah bersama. Seperti halnya arak-arakan touring, ada rasa bangga ketika berada dalam kebersamaan. Bukan sekedar berjalan bersama untuk sampai tujuan, tetapi menunjukkan eksistensi. Pencarian identitas itu penting. Siapakah kami? Itu perlu dicari jawabnya bersama-sama. Seperti perjalanan bangsa Israel menuju tanah Kanaan, mereka bukan hanya melakukan perjalanan menuju tanah perjanjian, tetapi mereka mencoba menemukan jati diri mereka. Bangsa Israel mencoba mendewasakan diri mereka selama perjalanan. Ziarah kehidupan bukan hanya melangkah tapi juga bergumul bersama. Menjaga irama, kapan berjalan cepat, kapan berjalan santai, kapan menghormati tatanan, dan kapan mendobrak tatanan. Di dalam irama tersebut ada sebuah ikatan saling memiliki. Inilah ziarah kehidupan yang bukan hanya masalah perjalanan untuk sampai tujuan. Arak-arakan ini haruslah bermakna. Arak-arakan ini haruslah dapat menyatu dengan semesta. (dpp)