TEMAN BARU




Sejak tercipta, manusia memiliki kemampuan dasar  yang luar biasa, yaitu menyesuaikan diri. Itulah yang sedang kami upayakan beberapa hari ini setelah berpindah rumah sejak beberapa hari yang lalu. Saya menyesuaikan diri dengan jarak perjalanan tempat tinggal ke kantor yang kian jauh dari sebelumnya. Itu artinya, saya harus bangun tidur dan persiapan lebih pagi dari biasanya untuk menghindari telat. Istri dan Ibu Mertua mencari warung belanja sayur dan kebutuhan sehari-hari yang paling dekat tempat tinggal kami yang baru. Dan anak-anak? Mereka mencari teman baru.

Jeremy (9 tahun) dan Josaphat (2,5 tahun) relatif cepat menemukan teman baru bagi mereka, sebagaimana layaknya anak-anak. Mereka hanya butuh 2-3 hari untuk kemudian sudah bersenda gurau dengan beberapa teman di kompleks perumahan yang kami huni. Kedua anak kami ini membawa teman-teman baru mereka ke rumah, sekadar berbagi gula-gula atau susu kemasan. Tak lama berselang mereka sudah asyik menikmati dunia mereka dengan bersepeda dan bermain bola di jalanan depan rumah. Akrab dan gaduh, khas anak-anak. Kita, sebagai orang tua, kadang perlu belajar dari anak-anak, perihal menjalin relasi. Barangkali kemurnian mereka memang sesuatu yang perlu ditiru. Berelasi dengan jujur, tanpa prasangka dan ekspektasi lebih selain untuk berteman.

Kehidupan memang tak akan pernah dapat dilepaskan dari lingkungan yang terus berubah. Kemampuan menyesuaikan diri menjadi kunci. Termasuk kemampuan menjalin relasi. Orang Jawa  (dan mungkin juga banyak suku lain) memiliki rumah tradisional yang bisa dibongkar pasang, tanpa menghancurkannya. Bukan seperti rumah dari tembok yang ketika hendak membangun baru, harus menghancurkannya dahulu, baru bikin yang baru. Rumah tradisional Jawa, bahkan bisa dijunjung rame-rame lalu dipindah ke tempat baru. Jika pun rangkaian rumah itu perlu dibongkar, dipretheli, nanti dapat dirangkai kembali di tempat yang baru. Begitulah konon rumah joglo mengajari manusia tentang relasi: selama kita bisa merangkai sebuah relasi, selama itu pula kita memiliki RUMAH.

_joko