selamat datang, kemarau



Daun palma yang dulu hijau dan segar, kini telah mengering. Warnanya memudar menjadi kecoklatan. Aku pun tersadar, musim telah berganti. Sudah lama tak kujumpai hujan membasuh bumi. Hari-hari berlalu berkawan terik mentari. Semakin hari semakin panas. Semakin hari semakin kering. Seperti daun palma kering yang terselip di balik salib. Kemarau telah datang.


Hujan dan kemarau itu adalah berkat. Daun palma yang telah mengering tak kan kubuang, tapi biarlah terselip di salib. Meskipun kering, tak lagi segar, tapi tetap kusimpan. Manusia pun tetap dikasihi Sang Penjaga meskipun telah berlumur dosa. Meskipun tanpa hujan, hari-hari tetap kujalani dengan penuh syukur. Kasih-Nya bukan hanya berupa hujan yang menyegarkan, tetapi juga melalui sengat mentari yang seringkali membuat dehidrasi. 

Selamat datang, kemarau. Aku menyambutmu dengan penuh suka cita. 

(dpp)