sekrup

sekrup


sekrup itu dari namanya sudah memperlihatkan barang asing. dengan demikian baik barang maupun ide atau konsep di baliknya pun asing. bukan asli berangkat dari penghayatan langsung orang jawa ketika mereka hendak menyambung kayu atau bambu.

sekrup berasal dari bahasa belanda schroef, atau bahasa inggris screw. suatu cara menyambung atau cara menyusupkan suatu logam menyerupai paku ke dalam kayu atau kayu. perbedaannya dengan paku, sekrup bisa diputar mundur ketika sudah tertanam di dalam kayu atau bambu tadi. dengan ulirnya ia bisa ditanam dengan cara diputar ke kanan dan bisa diloloskan lagi dengan diputar ke arah kiri.

sekrup jelas lahir kemudian dari pada paku, yang begitu tertancap ia tertanam di sana selamanya.
tapi,
benarkah kita tidak mengenal konsep itu? konsep yang bila sesuatu dimasukkan bisa ditarik kembali? bukankah kita mengenal sindik yang justru adalah konsep asli orang jawa?



orang jawa tidak mengenal persambungan yang kekal. hubungan-hubungannya bisa dilepas atau diurai kembali. hanya, berbeda dari teknik ulir pada sekrup, orang jawa mengenal teknik sindik yang biarpun sudah nancap bisa diketok untuk keluar lagi.

jadi, bila di barat sekrup adalah buah evolusi dari paku, di jawa tidak. di jawa justru menganal dari situ: dari sindik yang bila pun sudah tertanam bisa dilepas lagi.
orang jawa pun dalam mengelola hubungan-hubungan sosial juga seperti itu: luwes.