Sehari tanpa Tas Kresek



Perempuan memang tak berhenti memberi inspirasi. Termasuk Raden Ajeng Kartini. Untuk memeringati karya R.A. Kartini, ada sebuah gerakan yang digagas oleh Dewan Pembinaan Peranan Wanita (DPPW) di lingkup sinode Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW). Pada tanggal 21 April 2016 kelak, akan ada gerakan "sehari tanpa tas kresek". Menarik. Namun, gerakan sehari saja tentu tidak akan membawa banyak arti bagi DPPW GKJW yang sedang bermimpi untuk mewujudkan gerakan Perempuan GKJW sebagai Penjaga Kebun Anggur Tuhan. Maka, rasanya ini saatnya bergerak bersama dengan Komisi Pembinaan Peranan Wanita (KPPW) di tingkat Majelis Daerah, serta Kelas Kreatif Komisi Pembinaan Anak dan Remaja (KPAR) GKJW.

Di rumah, kami punya banyak sekali kain. Mulai dari kain bahan pakaian seragam yang tidak pernah dijahitkan (kita sudah punya terlalu terlalu banyak baju, mengapa menambah semakin banyak dan banyak lagi pakaian?!), kain mori yang tidak terpakai, kain sifon yang tipis seperti saringan tahu, sprei bolong bekas setrika, pakaian-pakaian yang gak pernah dipakai lagi (dan jadi susuh tikus). Kita bisa melanjutkan gerakan "sehari tanpa tas kresek" dengan kain-kain itu. Jadi, nanti anak remaja kelas kreatif akan memotong kain dalam berbagai macam ukuran. Setelah itu anak remaja bersama ibu-ibu menjahitnya bareng-bareng. Lalu... voila! Bagikan gratis buat semua ibu-ibu sejemaat. Jadi setiap keluarga bisa memiliki 1 tas kain besar, 1 tas kain sedang, dan 2 tas kain kecil-kecil, sebagai pengganti kantung kresek belanjaan mereka.

So, ngapain aja Hari Kartini tahun ini? Lomba Khotbah Bahasa Jawa iya. Lebih dari itu bikin tas belanjaan... Hmmm... menyenangkan sekali.

PS: kalau bisa membuatkan ibu-ibu selingkungan juga mengapa tidak? Hmmm... mari kita coba!

_ gide