PENDERITAAN

Kisah derita tiga keluarga warga gereja.
Lelaki masih muda, yang menjadi seorang suami itu, tiba-tiba saja sakit lumpuh.  Itu terjadi kira-kira tujuh tahun yang lalu. Tidak diketahui sebabnya. Dokter juga tidak menemukan penyebab pasti kelumpuhan yang dideritanya. Beberapa dukun pijat syarat, sinshe didatangi dengan harapan bisa sembuh, namun hasilnya nihil. Ia tetap lumpuh. Kenyataan ini diterimanya. Keluarga juga pasrah. Yang bisa dilakukan hanyalah menjalani kenyataan bahwa lelaki yang adalah seorang suami itu lumpuh. Karena bertahun-tahun lumpuh, maka ia akhirnya di phk sehingga semakin lengkap beban hidup sebagai keluarga miskin yang harus ditanggung. Dan lahbadalah, dua minggu yang lalu, isterinya harus menjalani operasi ambeien, dan setelah operasi selesai dokter menyatakan bahwa anus si isteri terkena kanker ganas. Gandrik, rasa kaget tersambar petir itu masih lebih lemah sengatannya dibanding dengan berita bahwa si isteri mengidap penyakit kanker ganas. Sekarang bukan saja si isteri harus buang air besar lewat anus buatan di  lambung, tetapi juga menjalani kemo terapi berulang kali, dan kemungkinan sembuhnya merupakan tanda tanya besar sekali.
Mengapa semua itu terjadi?
Tidak tahu,
Tidak tahu

Lelaki yang satu ini sudah tua, sudah tujuh puluh tahun lebih. Dua belas tahun yang lampau, lelaki yang menjadi seorang suami, itu tiba-tiba terserang penyakit mata yang membuatnya buta. Dokter juga tidak menemukan penyebab pasti sakit buta yang dideritanya. Semula ia menolak kenyataan sakit buta. Lama kelamaan kenyataan itu diterimanya. Setiap hari radio menjadi teman hidupnya. Dari radio itu ia berhubungan dengan dunia di luar dirinya. Akan tetapi, sebulan yang lampau, ia terkena stroke, dan terpaksa dirawat di ICU. Setelah agak pulih, meskipun belum benar-benar pulih, ia dibawa pulang keluarganya, sebab semakin lama di rumah sakit berarti semakin banyak dana yang harus dibayarkan. Padahal keluarga ini termasuk tidak punya. Akan tetapi, lahbadalah seminggu yang lampau isterinya yang makin hari makin berubah warna wajahnya, terbukti mengalami gagal ginjal. Keluarga yang tidak punya ini mesti menanggung beban berat. Suami dan isteri sakit berat.
Mengapa semua ini terjadi?
Tidak tahu
Tidak tahu

Lain lagi kisah derita lelaki yang setiap hari menjadi penjala ikan di sungai. Kalau sungai meluap banjir, ia ubah cara mencari ikan dengan memancing. Itulah pekerjaan lelaki yang menjadi seorang suami ini. Isterinya berjualan lontong campur di depan rumah. Dua tahun yang lalu sang suami terkena stroke sehingga tidak lagi bisa bekerja apa pun. Ia menjadi beban bagi keluarga miskin ini. Si isteri juga terpaksa harus berhenti berjualan sebab terkena penyakit gula dan kakinya yang terluka harus dirawat secara khusus semakin semakin hari luka itu semakin membusuk. Pembusukan itu akan merembet ke bagian lain. Keluarga miskin ini menjadi semakin miskin, sebab tidak ada seorang pun yang mencari nafkah. Anak-anaknya tinggal di kota lain mencari nafkah sebagai buruh. Seminggu yang lalu sang isteri akhirnya meninggal dunia. Lelaki itu hidup sendirian, dengan kemampuan raga terbatas sebab stroke.
Mengapa semua ini terjadi?
Tidak tahu
Tidak tahu


Ki Atma
padepokanMARDIKA22042016