paku

paku dalam pemahaman barat


orang-orang di nusantara, ketika membangun rumah tidak pernah menggunakan paku untuk sarana penyambung bahan-bahan bangunannya.
kayu dan bambu dihubungkan dengan cara diikat, dijepit, ditusuk, ditindih dengan bahannya itu sendiri. bila diperlukan, akan dipakai sindik. suatu elemen gilig panjang yang disusupkan ke dalam lubang dari bagian-bagian bangunan yang hendak dihubungkan. sindik biasanya terbuat dari bambu yang karena serat-seratnya memanjang ia bisa memadat ketika dipaksa masuk dalam lubang sambungan.

orang jawa tidak menggunakan paku untuk menyambung bagian-bagian bangunan.
tapi, orang jawa mengenal istilah paku. bahkan, raja jawa di kartasura [1680 - 1742] bergelar pakubuwana. suatu gelar yang masih dilestarikan dan digunakan oleh raja-raja jawa di surakarta hingga sekarang ini.
lalu, apa yang dimengerti orang jawa tentang paku bila sudah lama mengenal istilah itu tapi bangunannya sama sekali tidak menggunakan paku? bukankah bangunan, khususnya rumah, adalah 'dunia kecil' manusia?

radyalaksana dari susuhunan pakubuwana di surakarta

rupanya, paku bagi orang jawa itu tidak berarti logam panjang yang diselundupkan ke kayu yang sedang dihubungkan. paku dalam pengertian itu tidak dikenal orang jawa tapi dikenal melalui orang barat. orang jawa memahami paku sebagai tonggak penanda pusat. jadi, bila orang jawa mengatakan paku bumi, itu yang ia maksud adalah "pusat dunia" demikian pula dengan "paku alam" itu pun ungkapan yang kurang lebih berarti "centre of the world".

bila sindik mampu dibuat, dan menjadi pilihan dalam teknologi konstruksi bangunan jawa, maka pasti mereka sudah mengenal bor.
bor dikenal sudah lama oleh orang jawa. sejak jaman borobudur di abad ke-8, alat itu sudah dilibatkan untuk membuat lubang. baik pada batu maupun kayu dan bambu. bor melanjutkan teknologi yang sudah dikenal sebelumnya oleh manusia dalam membuat api, yakni batang kayu yang dipilin-pilin di satu titik sehingga menimbulkan panas dan percikan api.

dengan kemampuan membuat lubang, maka teknologi ikatan makin berkembang. ikatan dari rotan atau dari ijuk keluar masuk masuk lubang yang disediakan telah mencapai kecanggihan yang mengagumkan. kecanggihan ini sekaligus mewartakan mengenai identitas bagian-bagian yang disambung tadi: keduanya masih bisa dilepaskan dari sambungannya. di dalam perhubungan, keduanya masih diakui identitasnya masing-masing.

paku adalah pusat. bukan sekadar sarana penyambung.