Memasang Suwunan

[caption id="" align="aligncenter" width="626"] rincian bagian rumah tradisional jawa [klik gambar utk ke asal gambar][/caption]Setiap orang yang membangunan rumah, pasti harus memasang bagian paling atas rumah itu, yang akan menjadi atap rumah. Bagian paling atas rumah itu yang disebut “molo” disangga oleh tiang atau balok. Pemasangan bagian ini adalah pekerjaan paling berbahaya sebab pekerja berada di ketinggian yang apabila terjadi kecelakaan, yaitu terjatuh, akibatnya sungguh fatal. Bagian inilah yang oleh orang Jawa disebut suwunan atau penuwun. Berasal dari kata suwun yang berarti mohon, suwunan atau penuwun berarti permohonan. Dengan terpasang nya bagian ini maka sesungguhnya rumah itu sudah “jadi” dan pekerjaan selanjutnya adalah penyelesaian akhir atau mbrukuti, membuat rumah itu tertutup oleh genting sebagai atap dan dinding yang mengelilingi dilengkapi oleh pintu dan candela.

Sebagai bagian yang paling berbahaya pemasangan suwunan atau penuwun didahului dengan kenduri. Doa dipanjatkan lalu para pekerja makan dan minum bersama. Berikut ini adalah doa yang pernah dipanjatkan ketika mendirikan padepokan MARDIKA. Doa ini berupa guritan, atau syair, yang dibaca secara ritmis, dengan nada yang monoton menyerupai dzikir.
Gusti Allah kula ngaturken sembah
Sembah bekti krana tumrahing berkah
Berkah mring nggen kula ngedegken omah
Omah marginira berkah sumrambah
Sumrambah mring pepadha ingkang betah
Betah ngeyup bar makarya sekolah

Mugi kang manggen dadya tyang jumaga
Watekira lir Sang Guru sajuga
Kang ingarah mung tentrem wah sih tresna
Wimbuhe watek mandhiri merdika

Myang kreatip sugih ing ada-ada
Ngudi wutuh lestarining bawana
Tumpeng ingkung kang dadya pralambangnya
Jajan pasar sumebar sagenepnya

Gusti Allah kula ngaturken sembah
Sembah bekti krana tumrahing berkah
Berkah mring nggen kula ngedegken omah
Omah marginira berkah sumrambah
Sumrambah mring pepadha ingkang betah
Betah ngeyup bar makarya sekolah

Konjuk ing asma dalem Sang Rama, Sang Putra lan Sang Roh Suci. Amin.