Manifestasi Cinta Sejati


"Bentuk hukuman Tuhan hanya membuat orang yang menghentikan laku cinta agar meneruskannya kembali."
~paulo coelho~

Benarlah bahwa cinta mengalahkan maut. Cinta adalah pemenang ketika berhadapan dengan kematian. Siapa yang hatinya dipenuhi cinta, dialah sang pemenang sejati.

Kisah Putri Felicia yang dibunuh kakak laki-lakinya Pangeran Guillermo di Compostela -sebagaimana dituturkan Coelho- membuktikan kedigdayaan cinta.

Sang putri jatuh hati pada Compostela. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan segala apa yang ia punya. Ia bagikan semua kekayaannya untuk orang-orang miskin di daerah itu. Yang sakit juga tak luput dari sentuhan magis sang putri. Dan, sebuah gereja kecil dibangun di sana.

Namun, di gereja itu pula sang putri tertikam pedang, dari tangan sang kakak. Gereja kecil itu didirikan sang putri supaya ia dapat membantu orang miskin dan membaktikan dirinya kepada Tuhan.

Keanehan pun terjadi, manakala sang kakak kembali mengunjungi Compostela, atas titah Sri Paus. Ia seakan turut merasakan perasaan sang adik. Ia pun lalu menetap di sana. Tinggal di gereja kecil buatan adiknya. Hingga akhir hayatnya, sang pangeran melanjutkan kebaktian Felicia, membantu orang-orang miskin di Compostela.

"Tuhan adalah cinta", rasul Yohanes berkata. Tuhan tidak dilukiskan sebagai pendendam. Ketika Tuhan menghukum, hanya supaya orang yang pernah menghentikan laku cinta meneruskannya kembali. Itulah bukti cinta-Nya, itulah manifestasi kemenangan cinta sejati. |seti