kota gede



makam di kota gede


di yogyakarta, ada tiga buah kota di dalamnya: kota gede, kota baru dan kota yogyakarta sendiri.
kota gede itu sekarang kecil saja. mungkin dulunya besar.
namun meski pun kecil, kota ini penting. ada peran-peran besar yang dilakukan oleh orang-orang di sana di masa lalu. kota gede sendiri sekarang ini hanyalah sebesar kecamatan yang padat disesaki oleh rumah-rumah sehingga jalanannya hanyalah berupa gang-gang labirin yang terbentuk dari kontestasi antar kapling rumah.

pusat kota gede adalah pasar gede, sehingga dokumen-dokumen dari masa lalu sering mengidentikkan kota ini dengan pasarnya. dengan kata lain, kota ini dulunya memang berpusatkan pada aktivitas pertukaran yang dilangsungkan di pasarnya sana.

di pasar itulah terhubung jaringan jalan yang memperlihatkan jurusan-jurusan kota atau daerah-daerah penting pada masanya: ke barat menuju bagelen, gudang beras; ke timur adalah menuju sungai besar opak dan oya yang menghubungkan dengan pajang di surakarta; ke utara ke gunung suci merapi; dan ke selatan ke desa-desa orang jawa pendukungnya serta makam raja di bukit yang memunggunginya.

saya pernah tinggal di dekat pusat kota gede ini. suatu kota kejawen yang tidak membolehkan orang asing menetap di sana namun ada gereja kristen jawa di sana. kota yang dihormati oleh keluarga kerajaan surakarta maupun yogyakarta sehingga tidak heran bila di kota gede banyak makam dari orang-orang yang ingin diistirahatkan di kota leluhurnya yang suci.

kota gede kelak ditinggalkan dan diturunkan statusnya dari ibukota kerajaan ketika kerajaan mataram mekar dan penguasanya memandang kota ini tidak memadai lagi untuk perluasannya sebagai ibukota kerajaan yang agung. kota gede ditinggalkan dan tanah-tanahnya diperebutkan orang. untuk bermukim dan untuk makam.

di antaranya, terselip sebuah gereja, gkj kotagede. yang sama dengan gereja-gereja sejenis masih bergulat dengan identitasnya antara orang jawa dan orang kristen. pun hingga kini .